<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-37048998</id><updated>2011-04-22T03:55:01.161+07:00</updated><title type='text'>...::: ALL ABOUT EMOTIONAL INTELLIGENCE :::...</title><subtitle type='html'>Semoga Kumpulan artikel Kecil Ini Bisa Bermanfaat Bagi pribadi dan Pengunjung</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://s4rmuji.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s4rmuji.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>My Love City</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://www.freewebs.com/sarmuji/adek.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37048998.post-4718361595628809191</id><published>2008-01-02T20:10:00.000+07:00</published><updated>2008-01-02T20:11:35.544+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi belajar di sekolah sangat dipengaruhi oleh kemampuan umum kita yang diukur oleh IQ, IQ yang tinggi meramalkan sukses terhadap prestasi belajar. Namun IQ yang tinggi ternyata tidak menjamin sukses di masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka Seminar Sehari tentang Faktor-faktor yang mempengaruhi Prestasi Belajar Anak dan Kurikulum Berbasis Komputensi di Sekolah Dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengaruh Pendidikan dan Pembelajaran Unggul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang secara genetis telah lahir dengan suatu organisme yang disebut inteligensi yang bersumber dari otaknya. Struktur otak telah ditentukan secara genetis, namun berfungsinya otak tersebut menjadi kemampuan umum yang disebut inteligensi, sangat dipengaruhi oleh interaksi dengan lingkungannya (Semiawan, C, 1997).Pada kala bayi lahir ia telah dimodali 100 - 200 milyar sel otak dan siap memproseskan beberapa trilyun informasi. Cara pengelolaan inteligensi sangat mempengaruhi kualitas manusianya, tetapi sayang perlakuan lingkungan dalam caranya tidak selalu menguntungkan perkembangan inteligensi yang berpangaruh terhadap kepribadian dan kualitas kehidupan manusia. Ternyata dari berbagai penelitian bahwa pada umumnya hanya kurang lebih 5% neuron otak berfungsi penuh (Clark, 1986).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan pendidikan dan berbagai pusat pelatihan serta tempat kerja kita kini juga dipengaruhi oleh lingkungan global yang merupakan berbagai pengaruh eksternal dalam dinamika berbagai aspek kehidupan di dunia, Lingkungan global yang mengadung pengertian tereksposnya kita oleh kehidupan komunitas global menuntut adaptasi masyarakat kita pada kondisi global dan pada gilirannya menuntut adaptasi individu untuk bisa bertahan di masyarakat di mana ia hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interface antar berbagai stimulus lingkungan melalui interaksi untuk mewujudkan aktualitasasi diri individu secara optimal dalam masyarakat di mana ia hidup dan juga aktualisasi daerah pada masyarakat yang lebih luas, nasional maupun global, inilah yang harus menjadi perhatian pengelola ataupun atasan atas perlakuan subjek SDM, dalam hal kita, para guru dalam perlakuannya terhadap peserta didik. Interaksi yang terjadi dalam prilaku anak-anak kita. Namun secara reciprocal (timbal balik) perlakuan yang diterjadikan adalah cermin kehidupan masyarakat di mana ia hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi era global di masa yang akan datang, diharapkan kesadaran tentang reformasi pendidikan memenuhi kondisi masa depan yang dipersyaratkan (necessary condition to be fullfield). Kurun waktu milenium ke 3 dari proses kehidupan manusia sudah berjalan, dan abad ke-21 serta abad ke-22 ini bukan saja merupakan abad-abad baru, melainkan juga peradaban baru. Hal ini dikarenakan betapapun mengalami krisis moneter, Indonesia akan terkena juga oleh restrukturisasi global dunia yang sedang berlangsung. Restrukturisasi dunia, yang terutama ditandai oleh berbagai perubahan dalam bidang ekonomi, sosial, politik dan aspek kehidupan lain, mempengaruhi setiap insan manusia, laki, perempuan, anak di negara berkembang maupun di negara maju, tidak terkecuali negara Indonesia, dan terutama berdampak terhadap orientasi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perkembangan dan Pengukuran Otak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana tadi dikatakan, maka cara penggunaan sistem kompleks dari proses pengelolaan otak ini sebenarnya sangat menentukan inteligensi maupun kepribadian dan kualitas kehidupan yang dialami seorang manusia, serta kualitas manusia itu sendiri. Untuk meningkatkan kecerdasan anak maka produksi sel neuroglial, yaitu sel khusus yang mengelilingi sel neuron yang merupakan unit dasar otak, dapat ditingkatkan melalui berbagai stimulus yang menambah aktivitas antara sel neuron (synaptic activity), dan memungkinkan akselerasi proses berfikir(Thompsn, Berger, dan Berry, 1980 dalam Clark, 1986). Dengan demikian inteligensi manusia dapat ditingkatkan, meskipun dalam batas-batas tipe inteligensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara biokimia neuron-neuron tersebut menjadi lebih kaya dengan memungkinkan berkembangnya pola pikir kompleks. Juga banyak digunakan berkembangnya aktivitas "Prefrontal cortex" otak, sehingga terjadi perencanaan masa depan, berfikir berdasarkan pemahaman dan pengalaman intuitif, Prefrontal cortex yang terutama tumbuh pada ketika anak berumur duabelas sampai enambelas tahun mencakup juga kemampuan melihat perubahan pola ekstrapolasi kecendrungan hari ini ke masa depan; regulasi diri serta strategi "biofeedback" dan meditasi; berfikir sistem analisis;yang merupakan aspek-aspek bentuk tertinggi kreativitas serta memiliki kepekaan sosial, emosional maupun rasional (Goodman, 1978, dalam Clark, 1986). Sifat-sifat manusia ini banyak terkait dengan sifat-sifat inisiatif dan dorongan mencapai kemandirian dan keunggulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak dewasa manusia tidak lebih dari 1,5 kg, namun otak tersebut adalah pusat berfikir, perilaku serta emosi manusia mencerminkan seluruh dirinya (selfhood), kebudayaan, kejiwaan serta bahasa dan ingatannya. Descartes pusat kesadaran orang, ibarat saisnya, sedangkan badan manusia adalah kudanya. Meskipun kemudian ternyata, bahwa perilaku manusia juga dipengaruhi oleh ketidaksadarannya (freud dalam Zohar, 2000:39), kesadaran manusia yang oleh Freud disebut rasionya merupakan kemampuan umum yang mengontrol seluruh perilaku manusia. Berbagai penelitian kemudian membuktikan bahwa kemampuan rasional tersebut biasa diukur dengan IQ (Intelligence Quetient). Meskipun kini terbukti bahwa orang memiliki lebih dari satu inteligensi menurut teori Gardner ada 8 (teori Multiple Intelligence), ukuran yang disebut IQ mengukur kemampuan umum yang bersifat tunggal masih sering dipakai untuk menandai kemampuan intelektual dan prestasi belajar. Ternyata bahwa otak tersebut masih menyimpan berbagai kemungkinan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Celebral Cortex" otak dibagi dalam dua belahan otak yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut "corpus callosum". Belahan otak kanan menguasai belahan kiri badan, sedangkan belahan otak kiri menguasai belahan kanan badan. Respons, tugas dan fungsi belahan kiri dan kanan berbeda dalam menghayati berbagai pengalaman belajar, sebagaimana seorang mengalami realitas secara berbeda-beda dan unik. Belahan otak kiri terutama berfungsi untuk merespons terhadap hal yang sifatnya linier, logis, teratur, sedangkan yang kanan untuk mengembangkan kreativitasnya, mengamati keseluruhan secara holistik dan mengembangkan imaginasinya. Dengan demikian ada dua kemungkinan cara berfikir, yaitu cara berfikir logis, linier yang menuntut satu jawaban yang benar dan berfikir imaginatif multidimensional yang memungkinkan lebih dari satu jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kecerdasan (Inteligensi) Emosional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Prestasi belajar di sekolah sangat dipengaruhi oleh kemampuan umum kita yang diukur oleh IQ, IQ yang tinggi meramalkan suskse terhadap prestasi belajar. Namun IQ yang tinggi ternyata tidak menjamin sukses di masyarakat (Segal, 1997:14). Pada permulaan tahun sembilan puluhan berbagai penelitian menunjukkan (Segal, 1997:5) bahwa diinspirasi oleh berbagai psikolog humanis seperti Maslow, Rollo May, Carl Rogers yang sangat memperhatikan segi-segi subyektif (perasaan) dalam perkembangan psikolog, eksplorasi tentang emosi telah menunjuk pada sumber-sumber emosi (Segal, 1997, Goleman, 1995).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bahwa emosi selain mengandung persaan yang dihayati seseorang, juga mengandung kemampuan mengetahui (Menyadari) tentang perasaan yang dihayati dan kemampuan bertindak terhadap perasaan itu. Bahkan pada hakekatnya emosi itu adalah impuls untuk bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goleman menyatakan bahwa selain rational mind, seorang memiliki an emotional main yang masing-masing diukur oleh IQ dan EQ dan bersumber masing-masing dari head dan heart. kedua kehidupan mental tersebut, meskipun berfungsi dengan cara-caranya sendiri, bekerjasama secara sinergis dan harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Homo sapiens yang memiliki neocortex(otak depan) yang merupakan sumber rasio, yaitu otak depan, terdiri dari pusat-pusat yang memahami dan mendudukan apa yang diamati oleh alat dria kita. Dalam evolusi tentang pengtahuan kemampuan organisma, ternyata bahwa penanjakan kehidupan manusia dalam peradaban dan kebudayaan adalah kerja neocortex yang ternyata juga menjadi sumber kemampuan seseorang untuk perencanaan dan strategi jangka panjang dalam mempertahankan hidup (Goleman, 1995:11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ini menjadi otak memiliki nuansa terhadap kehidupan emosional seseorang. Struktur lymbic (sumsum tulang belakang) menghidupkan perasaan tentang kesenangan dan keinginan seksual, yaitu emosi yang mewujudkan sexual passion. Namun keterkaitan sistem lymbic tersebut dengan neocortex menumbuhkan hubungan dasar ibu-anak, yang menjadi landasan untuk unit keluarga dan commitment jangka panjang untuk membesarkan anak (spesi yang tidak dimiliki organisma ini seperti binatang melata, tidak memiliki kasih sayang) dan sering membunuh dan /atau menghancurkan anaknya sendiri. Masa anak dan masa belajar panjang (long childhood) bersumber dari saling keterhubungan neuron-neuron dalam 'pabrik' otak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Amygdala adalah neuron yang mewujudkan struktur keterhubungan di atas brainstem dekat dasar dari limbic ring(cincin sumsum tulang belakang antara emosi dan rasio). Amygdala adalah tempat penyimpanan memori emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joseph Le Doux, neoroscientist dari Center for Neural Scince New York University menemukan peran penting amygdala dalam otak emosional. Amygdala menerima input langsung melalui alat dria dan memberikan signal kepada neocortex, namun juga dapat memberikan respons sebelum tercatat di neocortex. Jadi ada kemungkinan respons manusia sebelum ia berfikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : website Direktorat Pembinaan TK dan SD - Departemen Pendidikan Nasional)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37048998-4718361595628809191?l=s4rmuji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s4rmuji.blogspot.com/feeds/4718361595628809191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37048998&amp;postID=4718361595628809191' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/4718361595628809191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/4718361595628809191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s4rmuji.blogspot.com/2008/01/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html' title=''/><author><name>My Love City</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://www.freewebs.com/sarmuji/adek.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37048998.post-6203241593043625787</id><published>2007-11-06T09:01:00.000+07:00</published><updated>2007-11-06T09:02:07.115+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Kecerdasan Emosional&lt;br /&gt;By Agung R Harmoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dorongan Melakukan Tindakan&lt;br /&gt;Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak rencana seketika untuk mengatasi masalah yang ditanamkan secara berangsur – angsur yang terkait dengan pengalaman dari waktu – kewaktu. Kata emosi berasal dari bahasa latin yang berarti movere yang diartikan bergerak/ menggerakan dan menjauh. Lebih lanjut dalam kamus bahasa inggris Oxford mendefinisikan emosi sebagai suatu kegiatan atau pergolakan pikiran, suatu keadaan biologisdan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenali jenis – jenis emosi&lt;br /&gt;Kita seringkali mendengar kata – kata emosi namun terkadang kita sulit mengartikan arti kata tersebut. Bentuk emosi yang muncul kerap di rasakan atas sikap yang ditampilkan atas dasar suasana perasaan saat itu. Alangkah baiknya sebelum kita mengenal beberapa contoh emosi yang sering kita rasakan menurut Daniel goleman dalam bukunya yang berjudul kecerdasan emosional, emosi terbagi menjadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Amarah, seperti mengamuk, bengis, benci, jengkel, kesal hati rasa. terganggu, seperti rasa pahit tersinggung merasa hebat dsb.&lt;br /&gt;- Kesedihan, seperti pedih, sedih, asa, kalau, depresi berat.&lt;br /&gt;- Rasa takut , seperti cemas, takut, gugup, khawatir, waspada, tidak senang,tidak tenang, was was, fobia, dan panik.&lt;br /&gt;- Kenikmatan, sepertibahagia, gembira, riangan , puas, terhibur, bangga, takjub, senang sekali, dsb.&lt;br /&gt;- Cinta, seperti penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, kasih.&lt;br /&gt;- Terkejut, takjub terpana dsb.&lt;br /&gt;- Jengkel hina, jijik, mual, benci, tidak suka, mau muntah dsb,&lt;br /&gt;- Malu, rasa salah, malu hati, kesal hati hina, aib, hancur lebur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian diatas hanyalah sebagian dari garis besar emosi itu sendiri. Ada begitu banyak emosi yang seringkali kita rasakan, hal ini muncul dikarenakan emosi yang kita rasakan begitu bervariasi dengan campuran emosi satu dengan yang lain, emosi yang begitu cepat berubah dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Kecerdasan Emosional Itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat ketika seorang Pakar Manajemen Strategik di Indonesia yan juga seorang Doktor. Ketika masih kuliah S1 ia merasa kurang pandai secara IQ maupun secara akademis dapat dikatakan “ngepas” ia hanya masuk kuliah hanya dengan kehadiran sekedarnya. Begitu pula ujiannya dan hasil kelulusan S1 nya pun pas – pas an. Semasa kuliahnya ia hanya belajar dengan meminjam catatan dari teman – temannya. Walalupun demikian semasa kuliahnnya ia habiskan untuk bermain dengan teman – teman baik itu di kampus maupun di lingkungannya. Walalupun demikian ia memiliki kesadaran, kepercayaan diri bahwa ia akan berhasil suatu saat nanti. Sampai suatu ketika ia ditawarkan untuk melanjutkan kuliah dengan beasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan akademis bukan satu – satunya jalan seseorang untuk dapat menuju keberhasilan. Kepandaian secara IQ tidak menjamin individu akan dapat dengan mudah mencapai impiannya/cita – citanya.&lt;br /&gt;John Mayer, psikolog dari University of New Hampshire, mendefinisikan kecerdasan emosi yaitu kemampuan untuk memahami emosi orang lain dan cara mengendalikan emosi diri sendiri. Lebih lanjut pakar psikologi Cooper dan Sawaf (1998) mengatakan bahwa kecerdasan emosional kemampuan merasakan, memahami, dan secara selektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi dan pengaruh yang manusiawi. Kecerdasan emosi menuntut penilikan perasaan, untuk belajar mengakui, menghargai perasaan pada diri dan orang lain serta menanggapinya dengan tepat, menerapkan secara efektif energi emosi dalam kehidupan sehari-hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat disimpulkan Kecerdasan emosi dapat diartikan kemampuan untuk mengenali, mengelola, dan mengekspresikan dengan tepat, termasuk untuk memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, serta membina hubungan dengan orang lain. Jelas bila seorang indiovidu mempunyai kecerdasan emosi tinggi, dapat hidup lebih bahagia dan sukses karena percaya diri serta mampu menguasai emosi atau mempunyai kesehatan mental yang baik.&lt;br /&gt;Walaupun demikian masing masing faktor tersebut merupakan gambaran agar dapat mendefinisikan dan menggambarkan suatu emosi yang kita rasakan. Misalnya jika anda merasakan suatu perasaan yang berbaur campur benci, takut dan sedih ? bagaimana kita menangkap emosi yang sedang dirasakan ? sulit bagi kita untuk menangkap emosi tersebut namun beberapa penelitian di University of California di sanfransisco mereka menyatakan bahwa ekspresi wajah, gesture tubuh dapat dijadikan identifikasi awal kita untuk melakukan identifikasi emosi yang sedang dirasakan saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengembangkan keterampilan kecerdasan emosional kita pakar psikologi Salovey memeberikan beberapa arahan agar kita dapat mengenali dan mengembangkan kecerdasan emosi kita seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengenali emosi diri kesadaran diri , menegenali perasaan sewaktu perasaan yang dirasakan terjadi merupakan dasar kecerdassan emosional. kemampuan untuk memantau peraaan dari waktu kewaktu merupakan hal penting bagi pemahahaman diri. Ketidakmampuan mencermati perasaan kita sesungguhnya menempatkan kita dalam lingkungan perasaan. Orang yang memiliki kenyakinan yang lebih tentang perasaannya adalah bagaikan seorang pilot yang canggih mampu mengenali kepekaan lebih tinggi akan keadaan emosi yang dirasakan saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengelola emosi, menangani perasan agar dapat terungkap dengan pas adalah kecakapan yang tergantung pada keasadaran diri. kemampuan untuk menghibur diri , melepasakan kecemasan kemurungan atau ketersinggungan, atau akibat – akibat yang muncul karena kegagalan keterampilan emosional dasar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memotivasi diri, penataan emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan adalah hal yang sangat penting dalam keterkaitan memberi perhatian untuk memotivasi diri sendiridan menguasai diri serta ia mampu melakukan kreasi secara bebas. Pengendalian emosi seperti menahan diri terhadap suatu kepuasaan dan pengendalian dorongan hati sebagai landasan. Keberhasilan dalam berbagai bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memahami emosi orang lain, Kita sering mendengar Kata empat, adalah kemampuan yang juga bergantung pada kesadaaran diri emosional, merupakan keterampilan bergaul/ berinteraksi dengan orang lain. Jika kita diberikan kemampuan empati yang tinggi situasi demikian dapat mengarakan pekerjaan yang cocok untuk individu seperti ini seperti bidang keperawatan, mengajar, penjualan dan manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Membina hubungan,Setelah kita melakukan identifikasi kemudian kita mampu mengenali, hal lain yang perlu dilakukan untuk dapat mengembangkan kecerdsan emosional yaitu dengan memelihara hubungan dengan membina hubungan tersebut. Keterampilan membina hubungan merupakan bagiandari keterampilan sosial hal ini dapat menunjang kita dalam mengembangkan pergaulan. Hal ini dapat dilakukan dengan kita melakukan komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berkomunikasi “dengan jiwa “, Tidak hanya menjadi pembicara terkadang kita harus memberikan waktu lawan bicara untuk berbicara juga dengan demikian posisikan diri kita menjadi pendengar dan penanya yang baik dengan hal ini kita diharapkan mempu membedakan antara apa yang dilakukan atau yang dikatakan seseorang dengan reaksi atau penilaian. Ingat kita diberikan dua buah telinga dan satu mulut banyaklah mendengar sedikitlah berbicara dengan demikian kita mampu memahami apa yang orang lain inginkan, sehingga kita mampu memposisikan diri kita pada situasi dan kondisi yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun bisa marah – marah itu mudah, tapi marah pada orang tepat dengan kadar yang sesuai pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar dan dengan cara yang baik bukanlah hal yang mudah.&lt;br /&gt;“Aristoeles’&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37048998-6203241593043625787?l=s4rmuji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s4rmuji.blogspot.com/feeds/6203241593043625787/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37048998&amp;postID=6203241593043625787' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/6203241593043625787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/6203241593043625787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s4rmuji.blogspot.com/2007/11/kecerdasan-emosional-by-agung-r-harmoko.html' title=''/><author><name>My Love City</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://www.freewebs.com/sarmuji/adek.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37048998.post-3022878728990696685</id><published>2007-11-06T09:00:00.001+07:00</published><updated>2007-11-06T09:00:36.569+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Pentingnya Pendidikan Kecerdasan Emosional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil biasanya siswa diharapkan untuk mempunyai nilai yang bagus di sekolah. Setelah siswa lulus sekolah, mereka diharapkan untuk mendapatkan pekerjaan yang dapat pembantunya meraih “masa depan yang cerah” dan gaji yang tinggi. Banyak orang tua, bahkan para guru, berpikir bahwa nilai tinggi dan lulusan sekolah merupakan jaminan untuk mendapatkan pekerjaan dan kesuksesan dalam karier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini memang tidak dapat disangkal. Kemampuan dan nilai akademis yang tinggi dapat membuka banyak pintu bagi kesuksesan seseorang. Akan tetapi, kenyataannya, baik dalam dunia kerja, pribadi, maupun proses belajar mengajar, kemampuan kecerdasan emosional (emotional intelligence) sangat berperan untuk mencapai kesuksesan seseorang. Lapangan kerja yang semakin kompetitif dan spesialis, membuat tidak seorang individu atau institusi mana pun yang dapat mencapai tujuan mereka tanpa harus bekerja sama dalam tim karena setiap orang dipaksa untuk bekerja sama dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;George Lucas, chairman PBS Foundation, mencontohkan bahwa dalam pekerjaannya di bidang pembuatan film, mereka membutuhkan orang-orang yang berbakat dengan keterampilan teknis yang kuat, tetapi kemampuan untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain tidak kurang pentingnya. “Salah satu hal yang perlu dilakukan oleh sekolah dalam mempersiapkan anak didik ke dunia nyata ialah dengan mengajarkan mereka kemampuan kecerdasan emosional,” ujarnya menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa itu kemampuan kecerdasan emosional? Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi, baik emosi dirinya sendiri maupun emosi orang lain, dengan tindakan konstruktif, yang mempromosikan kerja sama sebagai tim yang mengacu pada produktivitas dan bukan pada konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang mempunyai kecerdasan emosional yang baik akan dapat dikenali melalui lima komponen dasar, yaitu sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Self-awareness (pengenalan diri)&lt;br /&gt;Mampu mengenali emosi dan penyebab dari pemicu emosi tersebut. Jadi, dia mampu mengevaluasi dirinya sendiri dan mendapatkan informasi untuk melakukan suatu tindakan.&lt;br /&gt;2. Self-regulation (penguasaan diri)&lt;br /&gt;Seseorang yang mempunyai pengenalan diri yang baik dapat lebih terkontrol dalam membuat tindakan agar lebih hati-hati. Dia juga akan berusaha untuk tidak impulsif. Akan tetapi, perlu diingat, hal ini bukan berarti bahwa orang tersebut menyembunyikan emosinya melainkan memilih untuk tidak diatur oleh emosinya.&lt;br /&gt;3. Self-motivation (motivasi diri)&lt;br /&gt;Ketika sesuatu berjalan tidak sesuai dengan rencana, seseorang yang mempunyai kecerdasan emosional tinggi tidak akan bertanya “Apa yang salah dengan saya atau kita?”. Sebaliknya ia bertanya “Apa yang dapat kita lakukan agar kita dapat memperbaiki masalah ini?”.&lt;br /&gt;4. Empathy (empati)&lt;br /&gt;Kemampuan untuk mengenali perasaan orang lain dan merasakan apa yang orang lain rasakan jika dirinya sendiri yang berada pada posisi tersebut.&lt;br /&gt;5. Effective Relationship (hubungan yang efektif)&lt;br /&gt;Dengan adanya empat kemampuan tersebut, seseorang dapat berkomunikasi dengan orang lain secara efektif. Kemampuan untuk memecahkan masalah bersama-sama lebih ditekankan dan bukan pada konfrontasi yang tidak penting yang sebenarnya dapat dihindari. Orang yang mempunyai kemampuan intelegensia emosional yang tinggi mempunyai tujuan yang konstruktif dalam pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang tidak mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi dapat ditandai dengan hal-hal berikut: mempunyai emosi yang tinggi, cepat bertindak berdasarkan emosinya, dan tidak sensitif dengan perasaan orang lain. Orang yang tidak mempunyai kecerdasan emosional tinggi, biasanya mempunyai kecenderungan untuk menyakiti dan memusuhi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia kerja, orang-orang yang mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi sangat diperlukan, terlebih dalam tim untuk mencapai tujuan tertentu. Karenanya, orang tua dan para guru harus memupuk kecerdasan emosional sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dameria)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Education for the Heart, As Well as the Mind dan Emotional Intelligence, An Important Concern for Parent and Teachers of Every Student).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37048998-3022878728990696685?l=s4rmuji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s4rmuji.blogspot.com/feeds/3022878728990696685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37048998&amp;postID=3022878728990696685' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/3022878728990696685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/3022878728990696685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s4rmuji.blogspot.com/2007/11/pentingnya-pendidikan-kecerdasan.html' title=''/><author><name>My Love City</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://www.freewebs.com/sarmuji/adek.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37048998.post-2839124376883851223</id><published>2007-11-01T15:49:00.000+07:00</published><updated>2007-11-01T15:50:45.279+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Sabar : Kunci Kecerdasan Emosi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar : Kunci Kecerdasan Emosi (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan merupakan ciri keunggullan manusia dalam memahami ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memutuskan dan mengantisipasi. Kecerdaasan seseorang sering tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapat difahami seketika oleh orang kebanyakan , tetapi kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi kajian yang tak habis-habisnya setelah menjadi sejarah. Dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perspektip ini jarak antara orang cerdas dengan orang gila sebenarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sangat tipis, sehingga gagasan-gagasan orang cerdas sering dianggap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gagasan gila. Kecerdasan seseorang memungkinkannya memiliki jarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pandang yang jauh, dua, tiga atau lebih dimensi, sementara orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebanyakan hanya mampu melihat satu atau maksimal dua dimensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya kecerdasan dihubungkan dengan akal (intelektuil), tetapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kecerdasan intelektual ternyata belum menjamin ketepataan keputusan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sehingga dewasa ini orang sudah mulai membicarakan tentang kecerdasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang lain, yaitu kecerdasan emosionil dan kecerdasaan spirituil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan intelektuil diwujudkan dalam kemampuan berfikir. Menurut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asfihani, fikiran adalah potensi yang dapat mengantar pengetahuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai kepada obyek (quwwatun mudrikatun li al `ilmi ila al ma`lum),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedangkan berfikir artinya menggunakan potensi itu sesuai dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kapasitas intelektualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan, berfikir diperlukan untuk (a) memecahkan masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(problem solving), (b) mengambil keputusan (decision making) dan ©&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melahirkan sesuatu yang baru (kreatifitas). Karena kecerdasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merupakan keunggulan maka hal itu dapat diukur kualitasnya, antara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lain melaui metode yang digunakan (deduksi,induksi), atau dilihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seberapa tingkat kreatifitasnya (metode berfikir kreatip). Metode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berfikir kreatip sering tidak bisa difahami orang lain, dan prosesnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melalui tahapan-tahapan, dari (a) orientasi, (b) Preparasi, ©&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inkubasi, (d) Iluminasi dan (e) Verifikasi. Orang yang bisa berfikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kreatip biasanya mempunyai ciri-ciri : (1) meemiliki kecerdasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diatas rata-rata, (2) memiliki sifat terbuka dan (3) memiliki sifat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bebas, otonom dan percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kecerdasan intelektuil diwujudkan dalam berfikir, maka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kecerdasan emosi diwujudkan dalam merasa. Manusia memang makhluk yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berfikir dan merasa. Emosi nampak dalam perubahan fisik yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diakibatkan oleh peristiwa mental, seperti : muka merah (karena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malu), muka pucat, tubuh gemetar, terkencing (karena takut) otot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengencang (karena marah) ,mata terpejam dan menangis (karena haru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau gembira) dan sebagainya. Emosi adalah perubahan jasmani langsung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengikuti persepsi mengenai kenyataan yang menggairahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan, kita mengenal berbagai tipologi manusia dilihat dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudut ini, misalnya ada orang yang sangat pemalu disamping yang tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahu malu, yang penakut, disamping yang pemberani, yang sangat perasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disamping yang sudah mati rasa atau tidak berperasaan, yang pemarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disamping yang penyabar. dan sebagainya. Jika kecerdasan intelektual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa diasah, demikian juga kecerdasan emosi dapat dirangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan emosi ditandai dengan kemampuan pengendalian emosi ketika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menghadapi kenyataan yang menggairahkan (menyenangkan, menakutkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjengkelkan, memilukan dsb). Kemampuan pengendalian emosi itulah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang disebut sabar, atau sabar merupakan kunci kecerdasan emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kecerdasan spirituil merupakan kualitas kehidupan ruhaniah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seseorang dimana seseorang dimungkinkan berkomunikasi secara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rohaniah, baik secara horizontal maupun vertikal. Memahami kecerdasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;spirituil akan mudah jika menggunakan paradigma tasauf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar : Kunci Kecerdasan Emosi (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian sabar adalah tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;godaan dan rintangan dalam jangka waktu tertentu dalam rangka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencapai tujuan. Dalam agama, sabar merupakan satu diantara stasiun-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;stasiun (maqamat) agama, dan satu anak tangga dari tangga seorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salik dalam mendekatkan diri kepada Allah. Struktur maqamat agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terdiri dari (1) Pengetahuan (ma`arif) yang dapat dimisalkan sebagai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pohon, (2) sikap (ahwal) yang dapat dimisalkan sebagai cabangnya, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) perbuatan (amal) yang dapat dimisalkan sebagai buahnya. Seseorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa bersabar jika dalam dirinya sudah terstruktur maqamat itu. Sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa bersifat fisik, bisa juga bersifat psikis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sabar bermakna kemampuan mengendalikan emosi, maka nama sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berbeda-beda tergantung obyeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketabahan menghadaapi musibah, disebut sabar, kebalikannya adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gelisah (jaza`) dan keluh kesah (hala`)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kesabaran menghadapi godaan hidup nikmat disebut, mampu menahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diiri (dlobth an Nafs), kebalikannya adalah tidak tahanan (bathar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kesabaran dalam peperangan disebut pemberani, kebalikannya disebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengecut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kesabaran dalam menahan marah disebut santun (hilm), kebalikannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disebut pemarah (tazammur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sabar dalam menghadapi bencana yang mencekam disebut lapang dada,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebalikannya disebut sempit dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sabar dalam mendengar gossip disebut mampu menyembunyyikan rahasia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(katum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sabar terhadap kemewahan disebut zuhud, kebalikannya disebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;serakah, loba (al hirsh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Sabar dalam menerima yang sedikit disebut kaya hati (qana`ah),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebalikannya disebut tamak, rakus (syarahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar : Kunci Kecerdasan Emosi (3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangking Sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga tingkatan orang sabar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang yang dapat menekan habis dorongan hawa nafsu hingga tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada perlawanan sedikitppun, dan orang itu bersabar secara konstan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah orang yang sudah mencapai tingkat shiddiqin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang yang tunduk total kepada dorongan hawa nafsunya sehingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;motivasi agama sama sekali tidak dapat muncul. Mereka termasuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kategori orang-orang yang lalai (al ghofilun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Orang yang senantiasa dalam konflik antara dorongan hawa nafsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan dorongan keberagamaan. Mereka adalah orang yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencampuradukkan kebenaran dengan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ppsikologis, tingkatan orang sabar dapat dibagi menjadi tiga,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang yang sanggup meninggalkan dorongan syahwat. Mereka termasuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kategori orang-orang yang bertaubat (at Taibin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang yang ridla (senang/puas) menerima apapun yang ia terima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari Tuhan, mereka termasuk kategori zahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Orang yang mencintai apapun yang diperbuat Tuhan untuk dirinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka termasuk kategori shidddiqin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar : Kunci Kecerdasan Emosi (4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sabar itu konotasinyya positip, tetapi belum tentu tepat. Oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena itu hukum sabar terbagi tiga, yaitu wajib, sunnat dan makruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan anggauta keluarganya terlibat maksiat misalnya, bersabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam arti tabah hati tanpa mengeluh adalah makruh, tetapi sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika selalu gagal dalam berusaha memperbaiki mereka adalah wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada pengertian sabar : tabah hati tanpa mengeluh dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menghadapi rintangan dalam jangka waktu tertentu dalam rangka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencapai tujuan, maka kunci kesabaran adalah kesadaarn atas tujuaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang ingin dicapai. Orang yang lupa tujuan biasanya tidak mampu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengendalikan emosi ketika menghadapi keadaan yang tidak mengenakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sabar juga ada batasnya, oleh karena itu kesabaran harus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu dievaluasi secara dinamis. Kesabaran juga biasanya berhubungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;erat dengan perasaan syukur. Artinya orang yang pandai berterima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kasih biasanya ia penyabar, sedangkan orang yang tidak mengerti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berterima kasih (kufr ni`mat) biasanya emosinya mudah digelitik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usaha problem solving menyangkut berbagai urusan kehidupan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sabar merupakan kekuatan yang sangat besar dan efektip. Oleh karena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu al Qur’an secara jelas mengingatkan agar dalam upaya memohon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertolongan kepada Tuhan, jangan lupa membangun infrastruktur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;psikologinya yang terdiri dari kesabaran dan doa (salat). Ya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayyuhalladzina amanu ista`inu bis sobri was salat, innalloha ma`a as&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sobirin (Q/2:153).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari milis DT postingan dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agussyafii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://mubarok-institute.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37048998-2839124376883851223?l=s4rmuji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s4rmuji.blogspot.com/feeds/2839124376883851223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37048998&amp;postID=2839124376883851223' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/2839124376883851223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/2839124376883851223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s4rmuji.blogspot.com/2007/11/sabar-kunci-kecerdasan-emosi-sabar.html' title=''/><author><name>My Love City</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://www.freewebs.com/sarmuji/adek.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37048998.post-6453825584586144374</id><published>2007-06-24T07:50:00.000+07:00</published><updated>2007-06-23T11:26:53.676+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>KEPEMIMPINAN YANG BERLANDASKAN KECERDASAN ADVERSITAS, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KECERDASAN EMOSIONAL, DAN KECERDASAN SPIRITUAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Nana Rukmana D.W *)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara lokakarya institusional Development yang diselenggarakan CBUIM (Capacity Building Urban Infrastructure Management) di hotel wisata Jakarta tanggal 2-6 April 2002, Walikota Jakarta Barat memaparkan pengalamannya memimpin kota dengan pendekatan "manajemen silaturahmi". konsep manajemen silaturahmi ini diaktualisasikan dengan melakukan pendekatan langsung dan menyentuh hati nurani masyarakat (management by heart). Hasilnya sangat mengagumkan, menurut penuturannya, banyak pembangunan sarana dan prasarana di wilayahnya yang dibangun tanpa mengeluarkan dana APBD maupun APBN, tapi murni dengan dana swadaya masyarakat maupun pelibatan pihak swasta. Dengan pendekatan manajemen silaturahmi gaya Walikota jakarta Barat ini, pembebasan tanah untuk pelebaran beberapa ruas jalan di wilayahnya dilakukan tanpa memberikan ganti rugi kepada pemilik tanah, karena walikota berhasil menyentuh hati nurani warga masyarakat, sehingga masyarakat sadar untuk melepaskan sebagian tanah miliknya untuk pelebaranjalan. Pada kenyataannya, masih menurut walikota, masyarakat ternyata tidak rugi, karena NJOP tanah naik tatkala jalan sudah dilebarkan, sehingga harga jual tanah akan jauh lebih tinggi dibanding harga tanah sebelum dilebarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon Walikota Jakarta Barat ini merupakan pejabat karier, yang memulai kariernya di pemda mulai dari golongan Id dan kini sudah menyandang Walikota dengan golongan IVc. Selama masa kepemimpinannya, walikota ini berupaya menggugah masyarakat agar semua merasa memiliki wilayahnya, dengan motto yang sangat memasyarakat : " Kampung Kite Kalo Bukan Kite Nyang Ngurusin Siape Lagi".Konon, semasa kepemimpinannya berhasil membangun RSUD di atas lahan seluas 2,5 Ha. Lagi-lagi dengan menggunakan pendekatan silaturahmi, lahan ini diperoleh secara gratis dari Perumnas. Biayanya cukup lumayan sebesar Rp. 45 milyar untuk biaya struktur (tahap I) dan Rp. 112,325 milyar untuk finishing dan sarana pendukung (tahap II).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan menggunakan konsep manajemen silaturahmi (MaSil) gaya walikota ini direalisasikan dengan melakukan kunjungan secara rutin ke Kantor Camat dan Lurah, kunjungan ke Pos RW, menjadi Pembina dalam Apel di SLTP/SLTA, kunjunganke tempat Ibadah, Sholat subuh/Jum'at keliling, silaturahmi minggu pagi, talk show di Radio dan TV, menyediakan kotak dan telepon pengaduan serta coffe morning. Dalam pelaksanaannya walikota bekerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di wilayahnya, organisasi non pemerintah, antara lain Forum Komunikasi Kerukunan Ummat Beraga (FKKUB), Dewan Kelurahan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita amati upaya yang dilakukan walikota ini, lebih banyak menggunakan kemampuannya dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai unsur yang terkait dalam pembangunan prasarana dan sarana perkotaan, khususnya untuk menggali potensi masyarakat dan swasta. Inilah sebenarnya yang kita fahami sebagai kecerdasan emosional (emotional intelligence), yakni kemampuan intra personal dan inter personal yang dimiliki seseorang. Walikota ini juga nampaknya cerdas secara spiritual, karena sering memberi contoh perilaku yang baik dalam hal implementasi nilai-nilai ajaran agama dalam kehidupannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landasan EQ dan SQ Dalam Kepemimpinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemimpin yang hanya berlandaskan pada IQ saja, maka visi dan misi serta orientasi kerjanya sebatas pada hal-hal yang sifatnya materialistis, matematis dan pragmatis, dengan mengenyampingkan hal-hal yang berbau spirituallits dan sentuhan hati nurani. Pencapain visi dan misi oleh pemimpin yang hanya mengandalkan IQ, dilakukan dengan prinsip just do it, sehingga segala bentuk kegagalan ataupun keberhasilan, disikapi sebagai prinsip just a game. bahkan ultimate goal nya juga masih sebatas mancari kepuasan materiil atau duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang menerapkan nilai-nilai EQ akan menggunakan hatinya dalam memimpin, tidak semata-mata logika sebagaimana pendekatan IQ di atas. Penerapan EQ ini ditunjukan dengan sifat sidik (jujur), Tabligh (berani menyampaikan kebenaran), Amanah (terpercaya), dan Fatonah (berpendirian kuat) dalam memimpin. namun pendekatan EQ ini sasaran akhirnya cenderung masih tetap sama dengan pendekatan IQ yakni sebatas mengejar kepuasan materiil atau duniawi. Konon di dalam dunia pendidikan negara maju seperti Jepang, Inggris dan Amerika ada materi tambahan yang berkaitan erat dengan life skill dan leadership. Disitu aspekkejujuran, pemahaman akan individu dan masyarakat, ditambah basic technology diberikan sebagai menu sehari-hari. Namun konsep itu nampaknya masih terlepas dari nilai-nilai luhur ajaran agama, hanya sebatas pada hubungan antar sesama manusia dengan mengabaikan hubungan dengan Tuhan Pencipta Semesta Alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang mendalami dan menerapkan nilai-nilai SQ dipadukan dengan nilai-nilai EQ, ultimate goal nya semata-mata mendapat ridha Allah SWT. Visi dan misinya sangat jauh kedepan karena dihasilkan dari proses memahami masa lalu (sejarah) yang sangat jauh ke belakang. Mulai dari upaya memahami penciptaan alam dan manusia sampai meyakini bahwa tujuan akhirnya tidak lain adalah akhirat. dengan demikian visinya tidak sebatas sampai akhir kehidupan dunia saja, tapi sampai pada kehidupan akhirat, dimana semua perilaku kita di dunia akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT dan kita yakin bahwa pengadilan akhirat akan kita hadapi. Oleh karena itu prinsip just do it nya adalah mengerjakan segala sesuatu dengan penuh keikhlasan karena melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai seorang pemimpin, semata-mata mengharap ridha Allah SWT, sehingga ukuran yang digunakannya bukan lagi ukuran manusia tapi sudah menggunakan ukuran Tuhan Pencipta Alam Semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dalam hal pengukuran kinerja karyawannya, tidak seamta-mata hanya berorientasi pada hasil seperti yang populer dikembangkan di Barat, tetapi kriteria proses untuk mencapai hasil tersebut juga sangat diperhatikan. Kriteria berdasarkan hasil hanya berfokus pada apa yang telah dicapai atau dihasilkan ketimbang bagaimana sesuatu itu dicapai atau dihasilkan . Salah satu contoh definisi kinerja yang dikemukakan seorang ahli barat John Whitmore, " Kinerja  diartikan sebagai kualitas dan Kuantitas output dari suatu proses manajemen ". Hal ini berarti, kriteria berdasarkan hasil hanya tepat diberlakukan bagi organisasi yang tidak peduli bagaimana hasil ini dicapai. Justru inilah banyak menyebabkan timbulnya kemerosotan moral dan etika karena mereka dapat melakukan dengan berbagai cara untuk mencapai hasil yang diharapkan. Padahal definisi kinerja yang berlandaskan ESQ adalah "Hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya mencapai tujuan organisasi secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika". dengan mengacu pada definisi ini, maka kinerja itu dapat berupa produk akhir (barang dan jasa) dan atau berbentuk perilaku, kecakapan, kompetensi, sarana dan keterampilan spesifik yang dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi. Kriteria berdasarkan perilaku ini sangat penting karena mampu mengindentifikasikan bagaiaman pekerjaan itu dilaksanakan. Kriteri ini sangat penting khusunya bagi pekerjaan yang membutuhkan hubungan antar personal, sebagai contoh dalam toko swalayan, apakah kasir-kasirnya dean pelayannya ramah atau menyenangkan pelanggan ? Toko itu harus membuat daftar perilaku tertentu yang harus diikuti karyawan, perilaku-perilaku itu dapat diukur langsung oleh pelanggan/pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Kesimbangan AQ, IQ, EQ dan SQ dalam Kurikulum Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lingkungan dunia pendidikan, keseluruhan aspek kecerdasan (IQ, EQ, SQ dan AQ) perlu mendapat bobot perhatian yang seimbang. Hal ini penting mengingat IQ saja tidak menjamin keberhasilan hidupseseorang, demikian jugab kalau haya sekedar SQ dan EQ tidak akan mampu mendukung keberhasilan hidup seseorang secara utuh, material dan spritual.Penerapan keseluruhan aspek kecerdasan ini sangat efektif kalau dilakukan dalam kegiatan bimbingan konseling disetiap lembaga pendidikan. Pemahaman EQ dan SQ akan lebih mudah dilakukan melalui kegiatan tatap muka secara langsung dengan menggugah hati nurani setiap peserta didik untuk berperilaku baik dan mampu negendalikan diri serta berinteraksi dengan orang lain secara baik pula. Kalau bimbingan konseling ini sudah dilakukan secara efektif dengan memesukan semua aspek kecerdasan yang diperlukan, maka sudah saatnya penilaian  keberhasilan siswa/peserta didik tidak sekedar pada tataran output (produk), tapi bagaimana proses untuk mencapai output tersebut . Penilaian keberhasilan peserta didik bukan hanya dilihat dari ketepatapan waktu menyelesaikan seluruh program studi, tapi bagaimana perilaku siswa saat mengikuti evaluasi/ujian, apakh dengan cara -cara yang jujur, tidak mencontek atau tidak menjiplak makalah orang lain, tidak berupaya mencari bocoran soal dari lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kriteria tidak secara cermat dipantau dan diperhitungkan, maka hasilnya akan nampak takala lulusan ini mengabdikan ilmunya ditempat kerja, ia akan terbiasa berperilaku tidak jujur, korupsi, kolusi, dan perilaku amoral lainnya ia akan selalu mencari jalan pintas yang mudah ia lakukan untuk mencapai tujuannya walaupun harus menyikut orang lain, menginjak kepala orang, melanggar norma dan autran yang ada, dan lain-lain. Padahal kalau seseorang memiliki kecerdasan adversitas ( Adversity Intelligence) akan mampu menghadapi rintangan atau halangan yang menghadang dalam mencapai tujuan. Menurut Stoltz(2000) indikator-indikatornya dapat dikelompokkan menjadi empat dimensi, yakni dimensi kendali, dimensi asal usul dan pengakuan, dimensi jangkauan serta dimensi daya tahan . Dimensi kendali terkait dengan EQ yakni sejauh mana seseorang mampu mengelola  kesulitan yang akan datang. Dimensi kedua tentang tentang asal usul sangat terkait erat dengan SQ, yakni sejauhmana seseorang mempersalahkan dirinya ketika ia mendapati bahwa kesalahan tersebut berasal dari dirinya, atau sejauhmana seseorang mempersalahkan orang lain atau lingkungan yang menjadi sumber kesulitan dan kegagalannya. Dan yang lebih penting lagi adalah, sejauh mana kesediaan untuk bertanggung jawab atas kesalahan atau kegagalan tersebut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin tinggi kesediaan seseorang untuk bertanggung jawab atas kegagalan atau kesulitan yang menghadang, makin tinggi usaha yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Dimensi jangkauan yang menyatakan sejauhmana kesulitan ini akan merambah kehidupan seseorang menunjukkan, bagaimana suatu masalah mengganggu aktivitas lainnya, sekalipun tidak berhubungan dengan masalah yang sedang dihadapi. Dalam teori kecerdasan emosional, menurut Goleman kata jangkauan ini berhubungan dengan lamanya seseorang terlarut dala suasana hati yang tidak menentu. Dimensi daya tahan dimaksudkan bahwa makin tinggi daya tahan seseorang, makin mampu menghadapi berbagai kesukaran yang dihadapinya. Berdasarkan uraian di atas, jelas bahwa AQ sangat berhubungan erat dengan IQ, EQ dan SQ. Pengukuran kecerdasan adversitas yang dinyatakan dengan AQ (Adversity Quotient) yaitu nilai yang diperoleh dengan pembagian tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami Potensi Qalbu Dalam Kepemimpinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia akan dipengaruhi oleh dua bisikan ke dalam qalbunya yakni bisikan baik dari malaikat dan bisikan buruk/jahat dari iblis/syetan. Sementara itu akal kita akan dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang ada disekitarnya melalui penglihatan dan pendengaran yakni fenomena alam, tata nilai, adat, budaya dll. Dalam menyaring input-input ini terjadi interaksiantara akal dan kalbu. Kalbu dengan dimensi Shadr nya akan mengolah hal-hal yang menyangkut aspek emosional. Shadr adalah potensi kalbu untuk menangkap seluruh nuansa alam dan manusia dari kacamata rasa, yang mencakup kepekaan atas keindahan, kesopanan, dan kelembutan. Shadr ini juga mempunyai potensi untuk mampu memberikan penghargaan atau apresiasi terhadap nilai-nilai keindahan, budaya dan menghormati orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimensi fu'ad memberikan ruang untuk akal, berfikir, bertafakur, memilih dan mengolah seluruh data yang masuk dalam qalbu dan aqal manusia. Fu'ad melihat berbagai alamat (tanda) yang kemudian menjadi ilmu untuk mewujudkannya dalam bentuk amal/perilaku. Pengawal setia Fu'ad ini adalah akal, zikir, pikir, pendengaran, dan penglihatan. Fungsi akal membantu fua`ad untuk menangkap seluruh fenomena yang bersifat lahir, wujud, dan nyata dengan mendayagunakan fungsi nazhar "indra penglihatan" sedangkan hal-hal yang bersifat perenungan. pemahaman mendalam terhadap hakikat yang bersifat ghalib tidak nyata, dan tidak tampak dalam penglihatan diserahkan kepada potensi pikir dengan mendayagunakan fungsi sam`a "pendengaran". Akal berkaitan dengan keadaan untuk menangkap seluruh gejala alam yang tampak nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang IQ nya tinggi belum tentu termasuk katagori orang yang mendayagunakan fu`ad untuk mengenal hakikat dari penciptaan langit dan bumi serta segala yang tampak. Fu`ad dengan kandungan akal, zikir dan pikir mampu mengetuk nurani untuk mengambil keputusan secara kritis, berani bertindak, dan bertanggung jawab. Dalam mengambil sikap atau keputusan, peranan fu`ad merupakan pasukan qalbu yang paling aterdepan. Fu`ad tampil sebagai assabiqunal awwalun dari pendayagunaan potensi qalbu. Fu`ad yang berfungsi akan menyebabkan diri kita selalu terlibat dalam tanya jawab, apakah dirinya berpihak kepada kebenaran ataukah sedang berada dalam posisi yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseluruhan interaksi dari ketiga potensi qalbu ini kemudian akan dirangkum dalam nafs (ego) nafs inilah yang akan mengambil keputusan akhir yang akan ditindaklanjuti secara fisiologis. Hidup manusia diwarnai oleh pertarungan sengit antara malaikat dan iblis untukmemperebutkan posisi strategis di dalam nafs. Oleh karena itu semua perbuatan manusia selalu didahului pro-kontra, terutama jika perbuatan itu belum menjadi sesuatu yang lazim dilakukan oleh yang bersangkutan, kalau yang menang adalah iblis/syetan, perbuatannya sudah dapat dipastikan perbautan buruk yang akan merugikan dirinya sendiri maupun orang lain. Sedangkan jika yang menang adalah malaikat, maka akan terjadi sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh potensi qalbu harus selalu disinari cahaya illahi (Ruh kebenaran), sehingga ia akan tetap berada didalam jalan kebenaran, mengingat peranan iblis yang dengan gigih berusaha untuk memadamkan cahaya illahi dan menggantinya dengan nyala api yang bernuatan elemen-elemen rendah dan fana yang penuh dengan nafsu hewaniah, maka seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk bertanya kepada hati nurani dan menggugah hati nurani masyarakat yang dipimpinnya, sehingga dapat melaksankan berbagai kebijakan pimpinannya dengan baik. inilah inti dari pelaksanaan manajemen sialturahmi, yang mendayagunakan peran hati nurani, sehingga implementasi dari silaturahmi ini bukan hanya sekedar perbuatan lahir/fisik/jasad, tapi sudah melibatkan peran hati nurani, yang ditunjukkan dengan ketulusan untuk saling mencintai dan menyayangi sehingga timbul saling percaya, saling hormat menghormati antara pemimpin dan bawahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan dan Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor keberhasilan seseorang didalam memimpin ternyata bukan semata-mata ditentukan oleh faktor pendidikan formal atau bahkan bukan ditentukan oleh kemampuan dan kecerdasan inteltual, tapi kontribusi terbesar yang mendukung keberhasilan seseorang adalah kemampuan berinteraksi dengan orang lain dalam wujud siltarturahmi basa-basi atau seremonial, tapi silaturahmi yang ikhlas semata-mata untuk mewujudkan dan mempererat tali kasih sayang. Tidak ada artinya tangan bersalaman dan saling tegus sapa antara pimpinan dan bawahannya, tapi hatinya tidak ikut bersalaman. Tidak ada gunanya kalau seorang pemimpin menggembar -gemborkan perlunya silturahmi tapi ia tidak memberikan contoh yang baik dalam melaksanakan siltaturahmi yang berkualitas. Kadang-kadang ada pemimpin yangmampu bersilaturahmi dengan sebagian kecil kelompok, sementara kelompok yang lain diabaikan bahkan luput dari perhatiannya. Hal ini berarti manajemen silaturahmi belum dijalankan dengan baik, sehingga tidak dapat menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan dan leadership dalam setiap jenjang pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum pendidikan harus mengarah pada peningkatan kompetensi berkenaan dengan keterampilan hidup. Keterampilan hidup yang dimaksud bukan hanya kompetensi untuk memperoleh pengetahuan dan untuk memperoleh pengetahuan dan untuk tumbuh berkembang bagi diri sendiri, seperti kemampuan membaca, menulis, berhitung, hidup sehat dan lain-lain, tetapi perlu diberikan kompetensi organisasi dengan baik. Konsep manajemen silaturahmi (Masil) menghendaki agar semua persoalan dapat diselesaikan melalui pendekatan hati nurani, dengan prinsip saling menyayangi diantara sesama manusia. Keterampilan hidup yang lebih luas, baik di rumah, di tempat kerja maupun di lingkungan masyarakat, sehingga anak didik mampu menghayati kehidupan dan lingkungannya. Dalam hal ini kemampuan intra personal dan inter personal sangat mendukung untuk maksud tersebut, agar dapat menjalin hubungan dengan orang lain secara baik dan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya mewujudkan gagasan itu program jangka penjangnya perlu ada upaya penyempurnaan system pendidikan nasional kita sebagaimana diterapkan di negara maju yakni memberikan muatan-muatan life skill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Ir. Nana Rukmana D.W, M.A, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kabid program dan Evaluasi Pusdiklat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37048998-6453825584586144374?l=s4rmuji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s4rmuji.blogspot.com/feeds/6453825584586144374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37048998&amp;postID=6453825584586144374' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/6453825584586144374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/6453825584586144374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s4rmuji.blogspot.com/2007/06/kepemimpinan-yang-berlandaskan.html' title=''/><author><name>My Love City</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://www.freewebs.com/sarmuji/adek.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37048998.post-8104577747870608882</id><published>2007-06-23T11:25:00.001+07:00</published><updated>2007-06-23T11:25:40.965+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>IQ, EQ dan SQ, Dari Kecerdasan Tunggal ke Kecerdasan Majemuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : AKHMAD SUDRAJAT, M. Pd. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan merupakan salah satu anugerah besar dari Allah SWT kepada manusia dan menjadikannya sebagai salah satu kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Dengan kecerdasannya, manusia dapat terus menerus mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin kompleks, melalui proses berfikir dan belajar secara terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan psikologi, sesungguhnya hewan pun diberikan kecerdasan namun dalam kapasitas yang sangat terbatas. Oleh karena itu untuk mempertahankan keberlangsungan hidupnya lebih banyak dilakukan secara instingtif (naluriah). Berdasarkan temuan dalam bidang antropologi, kita mengetahui bahwa jutaan tahun yang lalu di muka bumi ini pernah hidup makhluk yang dinamakan Dinosaurus yaitu sejenis hewan yang secara fisik jauh lebih besar dan kuat dibandingkan dengan manusia. Namun saat ini mereka telah punah dan kita hanya dapat mengenali mereka dari fosil-fosilnya yang disimpan di musium-musium tertentu. Boleh jadi, secara langsung maupun tidak langsung, kepunahan mereka salah satunya disebabkan oleh faktor keterbatasan kecerdasan yang dimilikinya. Dalam hal ini, sudah sepantasnya manusia bersyukur, meski secara fisik tidak begitu besar dan kuat, namun berkat kecerdasan yang dimilikinya hingga saat ini manusia ternyata masih dapat mempertahankan kelangsungan dan peradaban hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apa sesungguhnya kecerdasan itu ? Sebenarnya hingga saat ini para ahli pun tampaknya masih mengalami kesulitan untuk mencari rumusan yang komprehensif tentang kecerdasan. Dalam hal ini, C.P. Chaplin (1975) memberikan pengertian kecerdasan sebagai kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektif. Sementara itu, Anita E. Woolfolk (1975) mengemukan bahwa menurut teori lama, kecerdasan meliputi tiga pengertian, yaitu : (1) kemampuan untuk belajar; (2) keseluruhan pengetahuan yang diperoleh; dan (3) kemampuan untuk beradaptasi dengan dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, semula kajian tentang kecerdasan hanya sebatas kemampuan individu yang bertautan dengan aspek kognitif atau biasa disebut Kecerdasan Intelektual yang bersifat tunggal, sebagaimana yang dikembangkan oleh Charles Spearman (1904) dengan teori “Two Factor”-nya, atau Thurstone (1938) dengan teori “Primary Mental Abilities”-nya. Dari kajian ini, menghasilkan pengelompokkan kecerdasan manusia yang dinyatakan dalam bentuk Inteligent Quotient (IQ), yang dihitung berdasarkan perbandingan antara tingkat kemampuan mental (mental age) dengan tingkat usia (chronological age), merentang mulai dari kemampuan dengan kategori Ideot sampai dengan Genius (Weschler dalam Nana Syaodih, 2005). Istilah IQ mula-mula diperkenalkan oleh Alfred Binet, ahli psikologi dari Perancis pada awal abad ke-20. Kemudian, Lewis Terman dari Universitas Stanford berusaha membakukan tes IQ yang dikembangkan oleh Binet dengan mempertimbangkan norma-norma populasi sehingga selanjutnya dikenal sebagai tes Stanford-Binet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun IQ telah diyakini menjadi ukuran standar kecerdasan, namun sejalan dengan tantangan dan suasana kehidupan modern yang serba kompleks, ukuran standar IQ ini memicu perdebatan sengit dan sekaligus menggairahkan di kalangan akademisi, pendidik, praktisi bisnis dan bahkan publik awam, terutama apabila dihubungkan dengan tingkat kesuksesan atau prestasi hidup seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Daniel Goleman (1999), salah seorang yang mempopulerkan jenis kecerdasan manusia lainnya yang dianggap sebagai faktor penting yang dapat mempengaruhi terhadap prestasi seseorang, yakni Kecerdasan Emosional, yang kemudian kita mengenalnya dengan sebutan Emotional Quotient (EQ). Goleman mengemukakan bahwa kecerdasan emosi merujuk pada kemampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat penulis sesungguhnya penggunaan istilah EQ ini tidaklah sepenuhnya tepat dan terkesan sterotype (latah) mengikuti popularitas IQ yang lebih dulu dikenal orang. Penggunaan konsep Quotient dalam EQ belum begitu jelas perumusannya. Berbeda dengan IQ, pengertian Quotient disana sangat jelas menunjuk kepada hasil bagi antara usia mental (mental age) yang dihasilkan melalui pengukuran psikologis yang ketat dengan usia kalender (chronological age).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari “kesalahkaprahan” penggunaan istilah tersebut, ada satu hal yang perlu digarisbawahi dari para “penggagas beserta pengikut kelompok kecerdasan emosional”, bahwasanya potensi individu dalam aspek-aspek “non-intelektual” yang berkaitan dengan sikap, motivasi, sosiabilitas, serta aspek – aspek emosional lainnya, merupakan faktor-faktor yang amat penting bagi pencapaian kesuksesan seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan kecerdasan intelektual (IQ) yang cenderung bersifat permanen, kecakapan emosional (EQ) justru lebih mungkin untuk dipelajari dan dimodifikasi kapan saja dan oleh siapa saja yang berkeinginan untuk meraih sukses atau prestasi hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekembangan berikutnya dalam usaha untuk menguak rahasia kecerdasan manusia adalah berkaitan dengan fitrah manusia sebagai makhluk Tuhan. Kecerdasan intelelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ) dipandang masih berdimensi horisontal-materialistik belaka (manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial) dan belum menyentuh persoalan inti kehidupan yang menyangkut fitrah manusia sebagai makhluk Tuhan (dimensi vertikal-spiritual). Berangkat dari pandangan bahwa sehebat apapun manusia dengan kecerdasan intelektual maupun kecerdasan emosionalnya. pada saat-saat tertentu, melalui pertimbangan fungsi afektif, kognitif, dan konatifnya manusia akan meyakini dan menerima tanpa keraguan bahwa di luar dirinya ada sesuatu kekuatan yang maha Agung yang melebihi apa pun, termasuk dirinya. Penghayatan seperti itu menurut Zakiah Darajat (1970) disebut sebagai pengalaman keagamaan (religious experience). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brightman (1956) menjelaskan bahwa penghayatan keagamaan tidak hanya sampai kepada pengakuan atas kebaradaan-Nya, namun juga mengakui-Nya sebagai sumber nilai-nilai luhur yang abadi yang mengatur tata kehidupan alam semesta raya ini. Oleh karena itu, manusia akan tunduk dan berupaya untuk mematuhinya dengan penuh kesadaran dan disertai penyerahan diri dalam bentuk ritual tertentu, baik secara individual maupun kolektif, secara simbolik maupun dalam bentuk nyata kehidupan sehari-hari (Abin Syamsuddin Makmun, 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan ilmiah yang digagas oleh Danah Zohar dan Ian Marshall, dan riset yang dilakukan oleh Michael Persinger pada tahun 1990-an, serta riset yang dikembangkan oleh V.S. Ramachandran pada tahun 1997 menemukan adanya God Spot dalam otak manusia, yang sudah secara built-in merupakan pusat spiritual (spiritual centre), yang terletak diantara jaringan syaraf dan otak. Begitu juga hasil riset yang dilakukan oleh Wolf Singer menunjukkan adanya proses syaraf dalam otak manusia yang terkonsentrasi pada usaha yang mempersatukan dan memberi makna dalam pengalaman hidup kita. Suatu jaringan yang secara literal mengikat pengalaman kita secara bersama untuk hidup lebih bermakna. Pada God Spot inilah sebenarnya terdapat fitrah manusia yang terdalam (Ari Ginanjar, 2001). Kajian tentang God Spot inilah pada gilirannya melahirkan konsep Kecerdasan Spiritual, yakni suatu kemampuan manusia yang berkenaan dengan usaha memberikan penghayatan bagaimana agar hidup ini lebih bermakna. Dengan istilah yang salah kaprahnya disebut Spiritual Quotient (SQ)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum istilah Kecerdasan Spiritual atau SQ dipopulerkan, pada tahun 1938 Frankl telah mengembangkan pemikiran tentang upaya pemaknaan hidup. Dikemukakannya, bahwa makna atau logo hidup harus dicari oleh manusia, yang di dalamnya terkandung nilai-nilai : (1) nilai kreatif; (2) nilai pengalaman dan (3) nilai sikap. Makna hidup yang diperoleh manusia akan menjadikan dirinya menjadi seorang yang memiliki kebebasan rohani yakni suatu kebebasan manusia dari godaan nafsu, keserakahan, dan lingkungan yang penuh persaingan dan konflik. Untuk menunjang kebebasan rohani itu dituntut tanggung jawab terhadap Tuhan, diri dan manusia lainnya. Menjadi manusia adalah kesadaran dan tanggung jawab (Sofyan S. Willis, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, penulis mencatat ada dua orang yang berjasa besar dalam mengembangkan dan mempopulerkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yaitu K.H. Abdullah Gymnastiar atau dikenal AA Gym, da’i kondang dari Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung dengan Manajemen Qalbu-nya dan Ary Ginanjar, pengusaha muda yang banyak bergerak dalam bidang pengembangan Sumber Daya Manusia dengan Emotional Spritual Quotient (ESQ)-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pemikiran Ary Ginanjar Agustian melahirkan satu model pelatihan ESQ yang telah memiliki hak patent tersendiri. Konsep pelatihan ESQ ala Ary Ginanjar Agustian menekankan tentang : (1) Zero Mind Process; yakni suatu usaha untuk menjernihkan kembali pemikiran menuju God Spot (fitrah), kembali kepada hati dan fikiran yang bersifat merdeka dan bebas dari belenggu; (2) Mental Building; yaitu usaha untuk menciptakan format berfikir dan emosi berdasarkan kesadaran diri (self awareness), serta sesuai dengan hati nurani dengan merujuk pada Rukun Iman; (3) Mission Statement, Character Building, dan Self Controlling; yaitu usaha untuk menghasilkan ketangguhan pribadi (personal strength) dengan merujuk pada Rukun Islam; (4) Strategic Collaboration; usaha untuk melakukan aliansi atau sinergi dengan orang lain atau dengan lingkungan sosialnya untuk mewujudkan tanggung jawab sosial individu; dan (5) Total Action; yaitu suatu usaha untuk membangun ketangguhan sosial (Ari Ginanjar, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkembangnya pemikiran tentang kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) menjadikan rumusan dan makna tentang kecerdasan semakin lebih luas. Kecerdasan tidak lagi ditafsirkan secara tunggal dalam batasan intelektual saja. Menurut Gardner bahwa “salah besar bila kita mengasumsikan bahwa IQ adalah suatu entitas tunggal yang tetap, yang bisa diukur dengan tes menggunakan pensil dan kertas”. Hasil pemikiran cerdasnya dituangkan dalam buku Frames of Mind.. Dalam buku tersebut secara meyakinkan menawarkan penglihatan dan cara pandang alternatif terhadap kecerdasan manusia, yang kemudian dikenal dengan istilah Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) (Colin Rose dan Malcolm J. Nicholl, 2002) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat kecerdasan intelektualnya, memang manusia telah mampu menjelajah ke Bulan dan luar angkasa lainnya, menciptakan teknologi informasi dan transportasi yang menjadikan dunia terasa lebih dekat dan semakin transparan, menciptakan bom nuklir, serta menciptakan alat-alat teknologi lainnya yang super canggih. Namun bersamaan itu pula kerusakan yang menuju kehancuran total sudah mulai nampak. Lingkungan alam merasa terusik dan tidak bersahabat lagi. Lapisan ozon yang semakin menipis telah menyebabkan terjadinya pemanasan global, banjir dan kekeringan pun terjadi di mana-mana Gunung-gunung menggeliat dan memuntahkan awan dan lahar panasnya. Penyakit-penyakit ragawi yang sebelumnya tidak dikenal, mulai bermunculan, seperti Flu Burung (Avian Influenza), AIDs serta jenis-jenis penyakit mematikan lainnya. Bahkan, tatanan sosial-ekonomi menjadi kacau balau karena sikap dan perilaku manusia yang mengabaikan kejujuran dan amanah (perilaku koruptif dan perilaku manipulatif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia telah berhasil menciptakan “raksasa-raksasa teknologi” yang dapat memberikan manfaat bagi kepentingan hidup manusia itu sendiri. Namun dibalik itu, “raksasa-raksasa teknologi” tersebut telah bersiap-siap untuk menerkam dan menghabisi manusia itu sendiri. Kecerdasan intelektual yang tidak diiringi dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritualnya, tampaknya hanya akan menghasilkan kerusakan dan kehancuran bagi kehidupan dirinya maupun umat manusia. Dengan demikian, apakah memang pada akhirnya kita pun harus bernasib sama seperti Dinosaurus ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tidak bermaksud mempertentangkan mana yang paling penting, apakah kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional atau kecerdasan spiritual, ada baiknya kita mengambil pilihan eklektik dari ketiga pilihan tersebut. Dengan meminjam filosofi klasik masyarakat Jawa Barat, yaitu cageur, bageur, bener tur pinter, maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa dengan kecerdasan intelektualnya (IQ) orang menjadi cageur dan pinter, dengan kecerdasan emosional (EQ) orang menjadi bageur, dan dengan kecerdasan spiritualnya (SQ) orang menjadi bener. Itulah agaknya pilihan yang bijak bagi kita sebagai pribadi maupun sebagai pendidik (calon pendidik) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pribadi, salah satu tugas besar kita dalam hidup ini adalah berusaha mengembangkan segenap potensi (fitrah) kemanusian yang kita miliki, melalui upaya belajar (learning to do, learning to know (IQ), learning to be (SQ), dan learning to live together (EQ), serta berusaha untuk memperbaiki kualitas diri-pribadi secara terus-menerus, hingga pada akhirnya dapat diperoleh aktualisasi diri dan prestasi hidup yang sesungguhnya (real achievement). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pendidik (calon pendidik), dalam mewujudkan diri sebagai pendidik yang profesional dan bermakna, tugas kemanusiaan kita adalah berusaha membelajarkan para peserta didik untuk dapat mengembangkan segenap potensi (fitrah) kemanusian yang dimilikinya, melalui pendekatan dan proses pembelajaran yang bermakna (Meaningful Learning) (SQ), menyenangkan (Joyful Learning) (EQ) dan menantang atau problematis (problematical Learning) (IQ), sehingga pada gilirannya dapat dihasilkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang cageur, bageur, bener, tur pinter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup tulisan ini, mari kita renungkan ungkapan dari Howard Gardner bahwa : “BUKAN SEBERAPA CERDAS ANDA TETAPI BAGAIMANA ANDA MENJADI CERDAS ! ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Bacaan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Rosda Karya Remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhmad Sudrajat. 2006. Psikologi Pendidikan. Kuningan : PE-AP Press&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ary Ginanjar Agustian. 2001. ESQ Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam; Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Sipritual. Jakarta : Arga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basyar Isya. 2002. Menjadi Muslim Prestatif. Bandung : MQS Pustaka Grafika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Colin Rose dan Malcolm J. Nicholl. 2002. Accelerated Learning for The 21st Century (terj. Dedi Ahimsa). Bandung : Nuansa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel Goleman.1999. Working With Emotional Intelligence. (Terj. Alex Tri Kancono Widodo), Jakarta : PT Gramedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.Mulyasa. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Konsep, Karakteristik dan Implementasi. Bandung : P.T. Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gendler, Margaret E. 1992. Learning &amp; Instruction; Theory Into Practice. New York: McMillan Publishing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.M. Arifin. 2003. Teori-Teori Konseling Agama dan Umum. Jakarta. PT Golden Terayon Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nana Syaodih Sukmadinata. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung : P.T. Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sofyan S. Willis. 2004. Konseling Individual; Teori dan Praktek. Bandung : Alfabeta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syamsu Yusuf LN. 2003. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.. Bandung: PT Rosda Karya Remaja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37048998-8104577747870608882?l=s4rmuji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s4rmuji.blogspot.com/feeds/8104577747870608882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37048998&amp;postID=8104577747870608882' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/8104577747870608882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/8104577747870608882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s4rmuji.blogspot.com/2007/06/iq-eq-dan-sq-dari-kecerdasan-tunggal-ke.html' title=''/><author><name>My Love City</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://www.freewebs.com/sarmuji/adek.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37048998.post-7278391894062307949</id><published>2007-06-08T08:00:00.000+07:00</published><updated>2007-06-07T22:54:02.106+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>RENUNGAN BAGI SEMUA YANG MASIH SINGLE MAUPUN YANG SUDAH MARRIED ...    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik, ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan, karena terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali di bedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun ada peraturan dari sang raja, yaitu apabila mereka sudah memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja dikebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat, dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu, waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungan setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan, dan setengah hari lagi untuk memutuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut, karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya, "apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu disini?", jawab orang itu "tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu",&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu tanya prajurit itu lagi "seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya?, sedangkan waktumu sangat terbatas", jawab orang itu lagi "tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan,melihat perangainya ia adalah seorang kaya, bertanyalah prajurit itu kepadanya "hai orang kaya apa yang kau cari disini, bukankah engkau sudah lebih dari cukup?" ,jawab orang kaya itu "bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu saja itu berarti menambah keuntunganku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang, yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu "mengapa engkau diam disini?, tidakkah engkau memilih emas-emas itu? atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?", mendengar perkataan prajurit itu, orang ini hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi "atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?", orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran, lalu ia lebih mendekat lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tidakkah engkau mendengar pertanyaanku?", sambil menatap prajurit, orang itu menjawab "tuan saya ini orang miskin, saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu, berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini hanya kuninganpun saya juga tidak tahu". "lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau kepadaku kalau engkau tidak tahu" tanya prajutit itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuan emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya raja yang tahu, mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas itu yang lebih penting" jawabnya lugu. Prajurit ini semakin penasaran "mengapa bisa begitu?", "bagi saya berapapun kadar karat emas ini cukup buat saya, karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun menabung untuk membeli emas tuan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya "lagi pula tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah Saya ambil", "tidakkah engkau mengambil emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih ada waktu?" tanya prajurit lagi, "saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah hari terakhir saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah saatnya saya mengambil keputusan, jika saya gantikan emas ini engan yang lain, belum tentu saya mendapat yang lebih baik dari punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini,untuk menjadikannya emas yang murni", tak lama lagi lonceng istana berbunyi,tanda berakhir sudah kegiatan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata "wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidak seorangpun diperbolehkan menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak menghargai raja" kata-kata aja itu disambut hangat oleh rakyatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sekali lagi dihadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal "dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang sekali hanya satu orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya". Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya,dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari : Kumpulan Sharing dan Cerpen Judul Asli: When We Have to Choice Berharap melalui alkisah diatas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup :&lt;br /&gt;Bagi yang sedang mencari pasangan alias cari pacar(setengah hari untuk memilih) Memilih memang boleh tapi manusia tidak ada yang sempurna, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja, jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu, artinya setiap manusia milik Tuhan jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNya tentang pasangan Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang telah memperoleh pasangan tapi belum menikah (setengah hari untuk merenungkan) Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat,ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, sama dengan rakyat yangm memilih emas tadi, akan tetapi pada saat kita sudah mendapatkannya, belum tentu waktu kita melepaskannya kita mendapat yang lebih baik. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objektiv siapa dia (karena itu keterbukaan dan komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan), dan menyelaraskan hati Anda bersamanya, begitu Anda tahu tentang hal terjelek dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik, dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah, tinggal bagaimana Anda menerimanya, Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak,"cinta selalu berjuang", dan jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda, justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (tidak pernah bertengkar mungkin). Anda malah harus berhati- hati, karena ini adalah hubungan yang tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda yang terpenting adalah niat baik diantara pasangan, sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu selalu ada jalan keluarnya. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang telah menikah (setengah hari untuk memutuskan) Dalam tahap ini, siapapun dia berarti anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya, jangan berfikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda, jika ini terjadi berarti Anda egois, sama halnya dengan orang kaya diatas, dan dengan demikian Anda tidak pernah puas dengan diri pasangan Anda,maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri,jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya, dan menambah kadar karat pada emasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda, dan Dia yang paling berkuasa mengubah setiap orang. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi ???, ingatlah si dia adalah hadiah, siapapun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda, ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau meyia-nyiakan emas Anda, jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana hadiah terindah yang telah Tuhan berikan. Dan apapun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, karena Dia yang memiliki hati setiap manusia ........ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari : dudung.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37048998-7278391894062307949?l=s4rmuji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s4rmuji.blogspot.com/feeds/7278391894062307949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37048998&amp;postID=7278391894062307949' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/7278391894062307949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/7278391894062307949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s4rmuji.blogspot.com/2007/06/renungan-bagi-semua-yang-masih-single.html' title=''/><author><name>My Love City</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://www.freewebs.com/sarmuji/adek.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37048998.post-1097832410214304765</id><published>2007-06-07T22:48:00.000+07:00</published><updated>2007-06-07T22:51:46.918+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>24 Tips Menempuh Kehidupan    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan,karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah. &lt;br /&gt;Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itupula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan.Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu. &lt;br /&gt;Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya &lt;br /&gt;orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika da masih tetap peduli padanya. &lt;br /&gt;Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu,tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu. &lt;br /&gt;Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang disekelilingmu tersenyum - jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang disekelilingmu menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari : Dudung.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37048998-1097832410214304765?l=s4rmuji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s4rmuji.blogspot.com/feeds/1097832410214304765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37048998&amp;postID=1097832410214304765' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/1097832410214304765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/1097832410214304765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s4rmuji.blogspot.com/2007/06/24-tips-menempuh-kehidupan-jangan.html' title=''/><author><name>My Love City</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://www.freewebs.com/sarmuji/adek.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37048998.post-2551879988883440675</id><published>2007-05-25T19:55:00.000+07:00</published><updated>2007-05-25T19:56:28.895+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Kecerdasan Optimal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan seseorang, ternyata sebanyak 80 persen ditentukan oleh kecerdasan &lt;br /&gt;emosinya (EQ), sementara kecerdasan intelektual (IQ) hanya memberikan&lt;br /&gt;kontribusi peran sebesar 20 persen. Seperti apakah kecerdasan emosi itu? Tulisan &lt;br /&gt;ini merupakan bagian kesatu dari tiga tulisan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah tragis telah menimpa seorang siswa kelas dua SMU, beberapa tahun yang &lt;br /&gt;lalu. Seorang pemuda rajin dan pandai, yang disukai teman-temannya karena pandai&lt;br /&gt;bergaul. Ia pun terkenal aktif dalam kegiatan ibadah dan dakwah Islam di kepengurusan &lt;br /&gt;OSIS di sekolahnya. Melihat catatan kepribadiannya yang begitu positif, wajar jika &lt;br /&gt;seluruh guru dan temannya tak bisa mempercayai ketika suatu saat diketemukan si&lt;br /&gt;pemuda alim telah menjadi mayat karena melakukan gantung diri di kamar mandi&lt;br /&gt;rumahnya!  &lt;br /&gt;Bahkan ayah, ibu dan saudara-saudaranya pun masih belum bisa mempercayai &lt;br /&gt;kenyataan tersebut, walau telah membaca berpuluh-puluh kali rangkaian kalimat yang &lt;br /&gt;dituliskan si pemuda dalam surat ia tinggalkan di meja belajarnya sebelum mengambil&lt;br /&gt;keputusan mengenaskan itu. Dalam surat terakhirnya itu si pemuda mencoba &lt;br /&gt;menuturkan kesedihan dan kekecewaan batinnya yang amat sangat mendalam, karena &lt;br /&gt;telah gagal memenuhi janjinya kepada Allah swt dan terhadap dirinya sendiri.  &lt;br /&gt;Ia kisahkan bahwa sejak sepuluh hari sebelumnya, ia telah membuat janji kepada Allah&lt;br /&gt;swt, akan melaksanakan shalat tahajjud selama sepuluh hari. Begitu bersemangatnya si&lt;br /&gt;pemuda berinisiatif mengikat janji tersebut, karena termotivasi dari kegiatan training&lt;br /&gt;pembinaan keagamaan yang baru saja dilakukan para mahasiswa yang membina &lt;br /&gt;kegiatan remaja masjid di daerah permukimannya.  &lt;br /&gt;Namun rupanya ghirahnya ber-Islam tersebut tidak sempat terbimbing dengan benar,&lt;br /&gt;hingga ketika ternyata ia berulang-ulang gagal untuk bangun pada malam hari, dari hari &lt;br /&gt;pertama hingga hari ke sepuluh, seperti yang telah ia azzam-kan, maka kekecewaan&lt;br /&gt;hatinya pun benar-benar tak terbendung lagi. Ia pun mengalami depresi akibat tumpukan &lt;br /&gt;rasa berdosa yang sangat parah dan perasaan tak berguna dalam dirinya. Saat itulah,&lt;br /&gt;kondisi emosi menjadi lebih berperan mengalahkan pikiran rasional. Karena emosi si &lt;br /&gt;pemuda ternyata belum cerdas, maka iapun memilih jalan pintas dengan maksud&lt;br /&gt;menebus kesalahan yang telah menghimpit perasaannya.  &lt;br /&gt;Kisah tragis yang dialami pemuda alim tersebut memberikan pembelajaran kepada kita&lt;br /&gt;tentang begitu pentingnya peran kecerdasan emosi dalam menentukan jalan hidup &lt;br /&gt;seseorang. Sepintar apapun intelektual (IQ) seseorang, bisa menjadi tak berarti jika tak&lt;br /&gt;dibarengi kecerdasan emosional(EQ).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu kecerdasan emosional?&lt;br /&gt;Mari kita bayangkan sebuah kejadian, ketika anak-anak sedang melalui kewajiban untuk&lt;br /&gt;mengikuti ujian akhir sekolah. Sebelumnya, mereka telah berusaha belajar berbulan-&lt;br /&gt;bulan di bawah bimbingan guru, dan mengerjakan beratus-ratus soal-soal latihan. Pada &lt;br /&gt;hari pelaksanaan ujian, mereka merasa mantap dengan persiapan yang telah dilakukan &lt;br /&gt;selama ini.  &lt;br /&gt;Kesiapan mental mereka ternyata mulai goyah setelah mulai membaca soal-soal ujian &lt;br /&gt;yang dibuat oleh sekolah lain. Ternyata model soal serta materi yang ditanyakan di sana &lt;br /&gt;sangat jauh berbeda dengan apa yang selama ini diajarkan oleh guru mereka! Tentu&lt;br /&gt;saja, anak-anak pun kelabakan menghadapinya.  &lt;br /&gt;Seorang anak segera mengalami down, kejatuhan mental karenanya. Timbul perasaan&lt;br /&gt;kecewa yang sangat berat karena ternyata persiapan matang yang sudah dilakukan &lt;br /&gt;selama ini salah dan tak berguna. Tiba-tiba kepalanya terasa pusing, wajahnya tegang, &lt;br /&gt;dan hafalan-hafalan rumus yang semula sudah lekat di kepala pun tiba-tiba hilang tak&lt;br /&gt;bersisa. Ia menghabiskan waktu dengan mencoret-coret lembar jawaban, terus-menerus&lt;br /&gt;mendesah dan mengeluh jengkel, sambil melirik kanan kiri, melihat reaksi teman di &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kanan kirinya, berharap ada teman yang sama bingungnya dengan dirinya. Akhirnya ia &lt;br /&gt;pun menyelesaikan ujiannya dengan hampir separuh soal tak terisi. &lt;br /&gt;Anak yang lain bereaksi dengan mencoba meredam keterkejutannya, melihat betapa&lt;br /&gt;sulit soal yang dihadapinya. Ia menarik nafas panjang, menegakkan punggungnya, dan&lt;br /&gt;berusaha menenangkan hatinya. Sempat timbul keraguan, bisakah ia mengerjakannya? &lt;br /&gt;Namun hati kecilnya cepat menepis keraguan itu. Ia berusaha meyakinkan dirinya &lt;br /&gt;sendiri, bahwa ia telah berusaha sebaik mungkin untuk belajar. Diingatnya pesan ibunya, &lt;br /&gt;bahwa Allah menilai berdasarkan seberapa besar usaha seseorang, bukan seberapa&lt;br /&gt;besar hasilnya. Maka ia pun mulai mencoba membaca dengan hati-hati soal demi soal &lt;br /&gt;dengan tenang, dan mencoba menjawab sebatas kemampuannya. Ternyata, ia bisa&lt;br /&gt;menyelesaikan seluruh soal yang ada, walaupun banyak yang diisinya penuh keraguan,&lt;br /&gt;namun ia tak membiarkannya kosong tak berisi, karena bukankah mencoba mengisinya &lt;br /&gt;masih lebih baik dari pada tidak diisi sama sekali?  &lt;br /&gt;Dalam kisah di atas, anak sedang dihadapkan kepada situasi yang menegangkan dan &lt;br /&gt;menimbulkan kekecewaan serta kekhawatiran yang mencekam. Dan kedua anak telah&lt;br /&gt;menunjukkan dua reaksi emosi yang berbeda dalam menghadapinya. Anak pertama tak&lt;br /&gt;mampu mengatasi stress yang dialaminya, sehingga ia tak bisa mengontrol kepandaian &lt;br /&gt;otak rasionalnya. Sebaliknya anak kedua mampu mempertahankan kestabilan perasaan&lt;br /&gt;dan emosinya dalam menghadapi ketegangan tersebut, sehingga berhasil menguasai &lt;br /&gt;otak rasionalnya. Ia telah memiliki emosi yang cerdas, yang akhirnya menyelamatkan &lt;br /&gt;nasibnya dalam ujian tersebut.  &lt;br /&gt;Dalam sisi kepribadian manusia, ternyata terdiri dua dimensi yang berbeda, yaitu sisi &lt;br /&gt;rasional dan sisi emosional. Sisi rasional menyangkut kemampuan manusia dalam &lt;br /&gt;menghitung, meneliti, memikirkan sebab akibat, menjalankan mesin dan memproduksi &lt;br /&gt;sesuatu. Sementara sisi emosional membawa nuansa perasaan, menyangkut suasana &lt;br /&gt;hati gembira, sedih, kecewa, tegang, takut, hingga pasrah.  &lt;br /&gt;Seberapa mampu seseorang mengatasi kesedihan, ketakutan dan mengelola berbagai &lt;br /&gt;sisi emosi dalam dirinya itulah yang disebut kecerdasan emosi. Mereka yang emosinya &lt;br /&gt;cerdas, ia akan tahu dan mampu menata perasaannya, kapan ia harus marah, sedih &lt;br /&gt;atau kecewa, dan kapan pula ia boleh gembira.  &lt;br /&gt;Selain mampu mengelola emosi diri sendiri, anak yang emosinya cerdas pun pandai &lt;br /&gt;memahami keadaan orang lain. Mereka mudah merasakan kesedihan dan kekhawatiran &lt;br /&gt;yang dirasakan temannya, sehingga tumbuh empati mereka untuk menghibur teman&lt;br /&gt;tersebut. Terhadap teman yang sedang jengkel, marah dan mengejek dirinya pun ia&lt;br /&gt;mudah memaafkan.  &lt;br /&gt;Kepandaian dalam bersosialisasi, termasuk salah satu aspek kecerdasan emosi. Anak &lt;br /&gt;pandai bergaul, tidak pemalu, dan cenderung mengutamakan orang lain, setelah &lt;br /&gt;kepuasannya sendiri tercukupi. Mereka yang sangat cerdas emosinya bahkan memiliki &lt;br /&gt;kemampuan untuk memimpin teman-temannya, dijadikan panutan dan disukai banyak &lt;br /&gt;teman.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80 versus 20&lt;br /&gt;Contoh perbedaan reaksi anak dalam menghadapi ujian di atas, cukup memberikan&lt;br /&gt;gambaran bagaimana kecerdasan emosi memberikan peran yang amat besar untuk &lt;br /&gt;menentukan berfungsi tidaknya otak rasional. Anak pertama yang tak memiliki&lt;br /&gt;kecerdasan emosi memadai, akhirnya tak mampu mengendalikan stressnya hingga otak &lt;br /&gt;rasionalnya tak bisa berfungsi sempurna. Intelektualitasnya telah dikuasai dan &lt;br /&gt;dikalahkan oleh emosinya yang sedang buruk.  &lt;br /&gt;Contoh kemampuan anak kedua dalam mengendalikan stress, cukup memberikan&lt;br /&gt;gambaran betapa besar peran sisi emosi ini dalam mengendalikan intelektualitas &lt;br /&gt;seseorang. Mudah dipahami, bahwa Daniel Goleman, sang pakar kecerdasan emosional&lt;br /&gt;mengungkapkan dalam bukunya, Emotional Intelligence, bahwa perbandingan peran &lt;br /&gt;antara kecerdasan emosional dibanding kecerdasan intelegensi dalam menentukan&lt;br /&gt;kesuksesan hidup seseorang adalah setara dengan perbandingan 80 : 20.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana EQ melejitkan IQ&lt;br /&gt;Anak yang memiliki emosi cerdas, akan mengambil tindakan cukup simpatik ketika&lt;br /&gt;dihadapkan pada situasi yang menegangkan. Mereka bisa mengendalikan emosi ketika &lt;br /&gt;ketegangan muncul saat menghadapi soal-soal ujian yang luar biasa sulitnya. Mereka &lt;br /&gt;mampu menenangkan kekalutan jiwanya, kemudian mencoba berpikir jernih dalam &lt;br /&gt;mengambil tindakan selanjutnya.  &lt;br /&gt;Kemampuan si anak mengelola emosinya, telah memperbaiki hasil nilai ujiannya,&lt;br /&gt;sehingga ia mampu meraih peringkat tinggi di kelas. Sementara temannya yang tak&lt;br /&gt;mampu mengelola emosinya dengan baik, begitu gugup dan jatuh mentalnya dalam &lt;br /&gt;mengerjakan soal ujian, hingga pikirannya tak mampu mengingat rumus-rumus yang &lt;br /&gt;sebelumnya sudah ia hafal di luar kepala. Kejadian ini cukup memberikan gambaran,&lt;br /&gt;bagaimana kecerdasan emosi anak bisa turut menentukan tingkat kecerdasannya.  &lt;br /&gt;Selain itu, mereka yang memiliki EQ tinggi, adalah mereka yang mengetahui persis &lt;br /&gt;kelemahan dirinya. Hanya mereka yang tahu kelemahan dirinyalah yang punya modal &lt;br /&gt;untuk memperbaiki diri. Kalau seseorang yang pemarah tak mau dikatakan pemarah, &lt;br /&gt;yang mudah tersinggung pun selalu tersinggung jika orang lain mengkritiknya, jangan &lt;br /&gt;diharap bisa melakukan perbaikan diri. Itu sebabnya, kecerdasan emosional merupakan &lt;br /&gt;syarat utama bagi mereka yang ingin memperbaiki diri dan ingin meningkatkan kualitas &lt;br /&gt;potensi sumber daya manusianya.  &lt;br /&gt;Mereka yang EQ-nya terasah, akan memiliki satu atau beberapa dari banyak karakter-&lt;br /&gt;karakter mental yang positif, seperti sabar, rajin, ulet, pantang putus asa, percaya diri,&lt;br /&gt;tenang, supel hingga tawadhu'. Dengan adanya sifat-sifat positif ini, akan lebih mudah&lt;br /&gt;lagi mencapai peningkatan intelektual (IQ). Sebaliknya, setinggi apapun IQ, bisa tak&lt;br /&gt;berfungsi jika tak memiliki sifat-sifat positif tadi.• (Ummu Zif)•&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disarikan dari : www.geodesy.gd.itb.ac.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37048998-2551879988883440675?l=s4rmuji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s4rmuji.blogspot.com/feeds/2551879988883440675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37048998&amp;postID=2551879988883440675' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/2551879988883440675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/2551879988883440675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s4rmuji.blogspot.com/2007/05/kecerdasan-optimal-kesuksesan-seseorang.html' title=''/><author><name>My Love City</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://www.freewebs.com/sarmuji/adek.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37048998.post-5746956843933572630</id><published>2007-05-15T17:54:00.000+07:00</published><updated>2007-05-15T17:55:51.339+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Fenomena Friendster.Com &amp; Testimonials  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Kamu ikut Friendster?� atau �Kirim aku testimonial donk.� Seperti itulah kira-kira pertanyaan dan permintaan yang sering dilontarkan. Percaya atau tidak, karena sangat ngetrendnya Friendster hingga yang biasanya jarang menggunakan internet, bisa menjadi berinternet ria. Atau yang semula gaptek internet menjadi ingin belajar internet karena sangat ingin bergabung dengan situs ini, bahkan orang-orang yang belum ikut Friendster bisa dicap �tidak gaul'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friendster bisa digunakan untuk memperluas jaringan dengan manusia di seluruh dunia dan menjalin hubungan yang hampir memudar dengan teman-teman kita. Sampai-sampai kita bisa bertemu kembali dengan teman-teman semasa di SD, SMP, SMU, dan seterusnya. Friendster tidak hanya digunakan oleh individu, tetapi bisa juga oleh lembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friendster.com tentu bukan situs haram karena substansinya ia hanyalah fasilitas, dan halal haram sangat tergantung bagaimana kita menggunakannya. Bila kita bergabung karena ingin menjalin silaturahim dengan teman-teman, tentu tidak masalah, justru berpahala. Namun bisa menjadi masalah bila ternyata digunakan untuk mencari cewek/cowok ganteng, bertemu kecengan semasa SMU, menonjolkan kelebihan identitas diri, pamer ketampanan/kecantikan di picture, dan lain-lain, nah ini nih yang harus diluruskan; niat dan caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kalangan telah masuk ke situs ini, termasuk kalangan aktivis da'wah yang tak mau ketinggalan untuk memanfaatkannya sebagai ajang silaturahim dengan sesama aktivis maupun teman-teman da'wah fardiyah agar kian erat di dunia maya dan di dunia nyata. Perkembangan teknologi memang sudah seharusnya digunakan untuk memperluas basis da'wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan ketika bergabung dengan Friendster.com, yaitu pada testimonial atau kesaksian. Di sini biasanya seseorang memberi kesaksian tentang temannya. Dan berdasarkan pengamatan penulis, jarang sekali didapati isi testimonial itu berupa hal-hal yang buruk, umumnya adalah pujian-pujian yang bisa melenakan si penerima. Terlepas pujian itu jujur atau bohong, yang jelas PUJIAN sudah dilontarkan dan si penerima meng-approvenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang menerima testimonial, tentu sebelumnya ia sudah mengetahui isinya. Lantas, layakkah pujian itu ditampilkan di depan khalayak? Apatah lagi bila sampai mengoleksinya! Mengoleksi pujian� Astaghfirullah, ya Rabbi�, sungguh bisa membuat hati kotor. Rasulullah saw bersabda, �Taburkanlah pasir ke wajah orang yang suka memuji-muji.� Mintalah fatwa pada hatimu, tentu engkau rasakan kegelisahan karena mengoleksi pujian. Cukuplah amal-amal itu tersiar di kalangan penduduk langit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang harus dilakukan dari sisi si penerima pujian. Sedangkan dari sisi si pemberi pujian, �Seorang memuji-muji kawannya di hadapan Rasulullah saw, lalu beliau berkata kepadanya, �Waspadalah kamu, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya (diucapkan berulang-ulang).� (HR.Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dikatakan �memenggal leher'? Karena hakekatnya, pujian itu bisa melenakan si penerima. Bila tak kuat iman, pujian bisa membuatnya ujub (bangga diri), riya (ingin dipuji), sum'ah (ingin kebaikannya tersiar), sehingga hapuslah pahala-pahalanya dan membuatnya masuk neraka. Bayangkan, saudara kita yang semula telah sejengkal lagi memasuki surga menjadi terhempas ke neraka akibat ujub, riya, dan sum'ahnya muncul ke permukaan. Dan itu disebabkan pujian kita. Karena itu kasihanilah saudaramu, alangkah baiknya bila kita mengisi testimonial itu dengan tausiah (nasehat) kepadanya. Ini akan lebih menjaga saudara kita. Cukuplah pujian dan wujud kekaguman itu disimpan dalam hati kita masing-masing hingga akhir perjumpaan kita dengan-Nya, hingga kemenangan hakiki menuju surga tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, fenomena Friendster harus disikapi secara bijaksana dan diarahkan untuk mempererat silaturahim dengan saudara-saudara kita di seluruh penjuru dunia. Testimonials adalah bagian dari Friendster, namun bila ternyata testimonial dapat menjerumuskan saudara kita, adalah lebih baik dihindari. Jika engkau mencintai saudaramu-saudaramu karena Allah dan inginkan keselamatan akhirat mereka, please forward this article to them. Jazakumullah. (AW) Disarikan Dari : Dudung.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37048998-5746956843933572630?l=s4rmuji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s4rmuji.blogspot.com/feeds/5746956843933572630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37048998&amp;postID=5746956843933572630' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/5746956843933572630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/5746956843933572630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s4rmuji.blogspot.com/2007/05/fenomena-friendster.html' title=''/><author><name>My Love City</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://www.freewebs.com/sarmuji/adek.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37048998.post-4829794200270169092</id><published>2007-05-10T11:36:00.000+07:00</published><updated>2007-05-10T11:40:01.947+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Kecerdasan Akademik vs Kecerdasan Emosional   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mana lebih penting, kecerdasan akademik atau kecerdasan emosional? Sebagian besar orang tua pasti akan sangat bangga jika anak-anak mereka cerdas dalam bidang akademik. 'Anakku matematikanya 9 lho di raport", kata seorang Ibu atau "Anakku sudah menguasai dan lancar berkomunikasi dalam Bahasa Inggris sejak kecil, kata Bunda yang lain atau "Wah, kalau anakku, main pianonya sudah top deh," seorang ibu tak mau kalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pernahkah kita dengar seorang ibu yang bangga jika anaknya memiliki kecerdasan moral, kecerdasan intrapersonal atau kecerdasan interpersonal? Hmm rasanya sih, 3 kecerdasan yang terakhir itu, hampir bisa dipastikan tidak masuk hitungan dan sudah pasti tidak ada nilainya di raport atau di sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak dengan nilai akademik tinggi, selalu mendapat perhatian dan kasih sayang lebih dari para orang tuanya dan hampir bisa dipastikan selalu menjadi topik yang hangat dibicarakan jika ada pertemuan keluarga atau lepas kangen dengan teman-teman lama dan membahas soal anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat membanggakan jika menceritakan anak-anak yang berhasil menjadi dokter, insinyur, ahli kimia, biologi, dsb daripada anak-anak yang memiliki kecerdasan emosional. Mengapa? Pastinya gengsi lebih meningkat dong, dan karena anak-anak yang memiliki kecerdasan emosional tidak pernah dianggap dan tidak masuk hitungan, bahkan di raport pun tidak pernah ada nilai untuk kecerdasan emosional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tua yang merasa rendah diri, ketika anaknya tidak masuk ranking sepuluh besar di sekolahnya. Tapi, para orang tua tidak merasa rendah diri ketika anaknya tumbuh menjadi anak-anak yang memiliki kepribadian egois, mau menang sendiri, sensitif, sombong, suka menipu dan tidak biasa bergaul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal disadari atau tidak, di setiap penerimaan test pegawai, justru yang lebih banyak diterima adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan emosional walaupun dari sisi kecerdasan akademik, masuk dalam golongan biasa-biasa aja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku pernah cerita, dia yang kemampuan akademiknya biasa-biasa aja, sempat tidak percaya diri pada saat harus bersaing dengan salah satu temannya yang prestasi akademiknya bisa dibilang luar biasa, tapi akhirnya mereka diterima di satu perusahaan yang sama. Pada akhirnya malah saudaraku karirnya lebih menanjak daripada temannya yang pintar itu, karena ternyata temannya yang luar biasa pintar itu, hanya pintar text book, pintar akademik, tapi tidak luwes dalam pergaulan. Sedangkan kita semua tahu, tak cukup dengan modal pintar saja kalau kita ingin karir kita gemilang kan? Tapi bukan berarti lalu jadi penjilat, sikut sana-sini lho ya, ini sih sudah pasti tidak cerdas secara emosional :D. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus lain yang pernah aku baca di sebuah majalah wanita, tentang seorang anak yang ditinggal ART-nya pulang kampung, menulis surat kepada mbaknya, isinya permohonan maaf kalau selama ini si anak sering merepotkan si mbak. Buatku pribadi, anak yang bisa seperti ini adalah luar biasa! Anak yang pintar akademik itu bicara hal yang cukup mudah, anak tekun belajar atau memang ada bakat atau ada turunan pintar, biasanya si anak akan pintar juga. Tapi kepintaran emosional tidak ada sekolahnya. Bahkan (maaf) lulusan pesantren atau sekolah teologi atau yang mendasarkan pada tiang agamapun tidak menjamin lulusannya akan memiliki kecerdasan emosional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak membuat terharu dan banggakah, jika suatu hari, guru sekolah bercerita kepada kita, orang tuanya, kalau anak kita senang membantu teman-temannya di sekolah atau mendamaikan dua orang temannya yang bertikai atau lebih memilih membagikan apa yang ia punya untuk temannya yang kurang mampu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah hanya kecerdasan akademik anak, cucu, dan ponakan yang membuat bangga kita sebagai orang tua, kakek-nenek,om-tantenya ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah pasti aku sebagai Bunda dan pasti orang tua-orang tua lain pasti akan sangat bersyukur jika anaknya memiliki kecerdasan akademik plus punya kecerdasan emosional juga kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ini PR besar buat buat para orang tua lainnya. Sudahkah kita mencoba untuk menggali potensi-potensi kecerdasan emosional anak-anak kita? Kalau belum yuk kita coba mulai dari anak kita dan saat ini juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan Dari : wrm-indonesia.org.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37048998-4829794200270169092?l=s4rmuji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s4rmuji.blogspot.com/feeds/4829794200270169092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37048998&amp;postID=4829794200270169092' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/4829794200270169092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/4829794200270169092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s4rmuji.blogspot.com/2007/05/kecerdasan-akademik-vs-kecerdasan.html' title=''/><author><name>My Love City</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://www.freewebs.com/sarmuji/adek.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37048998.post-3738545887299416878</id><published>2007-05-10T11:34:00.000+07:00</published><updated>2007-05-10T11:36:12.928+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>KECERDASAN SCHOLASTIC vs KECERDASAN EMOSIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku Biasa - Biasa Aja !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda, apa yang paling dibanggakan orang tua dari anak-anaknya?&lt;br /&gt;Boleh jadi adalah kecerdasan scholastic, seperti matematika, bahasa,&lt;br /&gt;menggambar (visual), musik (musical), dan olahraga (kinestetik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, pernahkah kita membanggakan jika anak kita memiliki kecerdasan&lt;br /&gt;moral, kecerdasan intrapersonal, atau kecerdasan interpersonal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya jarang, sebab ketiga kecerdasan yang terakhir hampir pasti&lt;br /&gt;uncountable, tidak bisa dihitung, dan sayang sekalin tidak ada pontenya&lt;br /&gt;(nilainya) di sekolah, karena di sekolah hanya memberikan penilaian&lt;br /&gt;kuantitatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah cerita tentang seorang anak, sebut saja namanya Fani (6,5tahun),&lt;br /&gt;kelas I SD. Ia memiliki banyak sekali teman. Dan ia pun tidak bermasalah&lt;br /&gt;harus berganti teman duduk di sekolahnya. Ia juga bergaul dengan siapa saja&lt;br /&gt;di lingkungan rumahnya.  Ada satu hal yang menarik saat ia bercerita&lt;br /&gt;tentang teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bu, Ifa pinter sekali lho, Bu...! Pinter Matematika, Bahasa Indonesia,&lt;br /&gt;Menggambar.... pokoknya pinter sekali....!" katanya santai. Vivi juga&lt;br /&gt;pintar sekali menggambar, gambarnya bagus ...sekali! Kalau si Yahya&lt;br /&gt;hafalannya banyaaak...  sekali!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya memang fani senang sekali membanggakan teman-temannya. Ketika mendengar&lt;br /&gt;celoteh anaknya ibunya tersenyum dan bertanya, " Kalau mbak Fani pinter&lt;br /&gt;apa?" Ia menjawab dengan cengiran khasnya,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehe...kalau aku, sih, biasa-biasa saja".  Jawaban itu mungkin akan&lt;br /&gt;sangat biasa bagi anda, tetapi ibunya tertegun, karena pada dasarnya fani&lt;br /&gt;memang demikian. Ia biasa-biasa saja untuk ukuran prestasi scholastic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi coba kita dengarkan apa cerita gurunya, bahwa Fani sering diminta&lt;br /&gt;bantuannya untuk membimbing temannya yang sangat lamban mengerjakan tugas&lt;br /&gt;sekolah, mendamaikan temannya yang bertengkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika dua orang adiknya, Farah (4,5 tahun ) dan Fadila (2,5 tahun)&lt;br /&gt;bertengkar. Fani langsung turun tangan. "Sudah..! sudah, Dek! sama saudara&lt;br /&gt;tidak boleh bertengkar, Hayo tadi siapa yang  mulai?" Adiknya saling&lt;br /&gt;tunjuk."Hayo, jujur ...Jujur itu disayang Allah..! Sekarang salaman ya...&lt;br /&gt;saling memaafkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun ketika suatu hari ia melihat baju-baju bagus di toko, dengarlah&lt;br /&gt;komentarnya! "Wah bajunya bagus-bagus ya Bu? Aku sebenarnya pengin, tapi&lt;br /&gt;bajuku di rumah masih bagus-bagus, nanti saja kalau sudah jelek dan Ibu&lt;br /&gt;sudah punya rezeki, aku minta dibelikan ..." Ibunya pun tak kuasa menahan&lt;br /&gt;air matanya, subhanallah anak sekecil itu sudah bisa menunda keinginan,&lt;br /&gt;sebagai salah satu ciri kecerdasan emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebenarnya ingin berbagi cerita tentang ini kepada anda, karena betapa&lt;br /&gt;banyak dari kita yang mengabaikan kecerdasan-kecerdasan emosional seperti&lt;br /&gt;itu. Padahal kita tahu dalam setiap tes penerimaan pegawai, yang lebih&lt;br /&gt;banyak diterima adalah orang yang mempunyai kecerdasan emosional walaupun&lt;br /&gt;dari sisi kecerdasan scholastic adalah BIASA-BIASA SAJA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita merasa rendah diri manakala anak kita tidak mencapai ranking&lt;br /&gt;sepuluh besar disekolah. Tetapi herannya, kita tidak rendah diri manakala&lt;br /&gt;anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang egois, mau menang sendiri,&lt;br /&gt;sombong, suka menipu atau tidak biasa bergaul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika Fani mengatakan "AKU BIASA-BIASA SAJA", maka saat itu ibunya&lt;br /&gt;menjawab "Alhamdulillah, mbak Fani suka menolong teman-teman, tidak&lt;br /&gt;sombong, mau bergaul  dengan siapa saja. Itu adalah kelebihan mbak Fani,&lt;br /&gt;diteruskan dan disyukuri ya..?" Ya... ibunya ingin mensupport dan&lt;br /&gt;memberikan reward yang positif bagi Fani. Karena kita tahu anak-anak kita&lt;br /&gt;adalah amanah dan suatu saat amanah itu akan diambil dan ditanyakan&lt;br /&gt;bagaimana kita menjaga amanah. Sebagaimana doa kita setiap hari agar&lt;br /&gt;anak-anak menjadi penyejuk mata dan  hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita mencoba untuk menggali potensi-potensi kecerdasan emosional&lt;br /&gt;anak-anak kita? Kalau belum mulailah dari diri kita, saat ini juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan Dari : bumi-serpong@yahoogroups.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37048998-3738545887299416878?l=s4rmuji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s4rmuji.blogspot.com/feeds/3738545887299416878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37048998&amp;postID=3738545887299416878' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/3738545887299416878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/3738545887299416878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s4rmuji.blogspot.com/2007/05/kecerdasan-scholastic-vs-kecerdasan.html' title=''/><author><name>My Love City</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://www.freewebs.com/sarmuji/adek.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37048998.post-5384667895641857018</id><published>2007-04-30T21:14:00.000+07:00</published><updated>2007-04-30T21:15:43.414+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>TIPS Merajut Cinta dalam Ukhuwah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta kepada sesama dalam Islam adalah perasaan yang memancar karena adanya ketaqwaan dan bermuara kepada pengendalian yang kokoh dengan taliNya (i\'tisham bi hablillah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta kepada sesama dalam Islam adalah perasaan yang memancar karena adanya ketaqwaan dan bermuara kepada pengendalian yang kokoh dengan taliNya (i'tisham bi hablillah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka cinta seperti itu hanya akan tumbuh dengan subur dalam ikatan mulia yang bernama ukhuwwah (persaudaraan) yang didasarkan sendi-sendi tersebut. Ikatan tersebut merupakan tujuan suci, cahaya rabbaniyyah sekaligus merupakan nikmat Ilahiyyah. Oleh sebab itu Allah hanya akan menuangkan cahaya dan nikmatnya pada hati dari setiap hambaNya yang mukhlis (ikhlash), mensucikan dan melindungi diri-mereka dgn akhlaq yang terpuji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan bersaudara secara tulus inilah yang akan melahirkan pribadi mukmin yang mempunyai rasa kasih sayang dgn sejujur-jujurnya dan sebenar-benarnya serta perasaan ikhlash sejati. Yang akan selalu mengambil sikap positif dalam hal bercinta dan saling mengutamakan, kasih sayang dan saling memaafkan, serta dengan membantu dan saling melengkapi. Juga menghindari hal-hal negatif spt menjauhkan diri dr segala yang menyebabkan mudharat(bahaya) dlm diri mereka, dlm harta mereka,dan dalam harga diri mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu ukhuwwah fillah merupakan sifat yang lazim dari konsekwensi keimanan, dan merupakan perangai yang cocok sbg teman bagi ketaqwaan. (Konklusinya) tidak ada persaudaraan sejati tanpa adanya iman, dan tidak ada iman tanpa adanya persaudaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman,"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara krn itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kpd Allah agar kamu medapat rahmat. " QS Al Hujjuraat 10) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mendapati suatu persaudaraan yang dibelakangnya tidak didukung oleh keimanan maka kita akan bahwa persaudaraan semacam itu tidak akan membawa kemaslahatan dan manfaat yang saling timbal balik. Begitu juga bila kita dapati keimanan yang tidak didukung oleh persaudaraan maka bisa kita simpulkan betapa rendah kadar keimanan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Yusuf Qordawi dalam bukunya Al Mujtama' Al Islami mengatakan bahwa ukhuwwah Islamiyyah yang bercita-cita luhur itu mampu melahirkan al-ikhaa'ul Islami. Dan tujuan terpenting dari padanya adalah persamaan hak( al musaawah), saling membantu (at-ta'aawun), dan cinta kasih krn Allah( al hubb fillah) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini ada beberapa cara praktis sebagai panduan untuk tercapainya kekokohan ruh ukhuwwah, yaitu:&lt;br /&gt;1. Memberi tahu kepada al akh(saudara) yang dicintai .&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: "Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah ia memberi tahu kepadanya " ( HR Abu Daud dan Turmudzi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memanjatkan do'a untuknya dr kejauhan ktk mereka saling berpisah. &lt;br /&gt;Diriwayatkan dr Umar Bin Khattab ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Aku minta izin (pamit) kepada Rasulullah utk melaksanakan umrah". Kemudian Rasulullah mengijinkan dan berkata " Jangan lupa do'akan kami " Lalu beliau mengatakan suatu kalimat yang menggembirakanku bhw aku mempunyai kebahagiaan dgn kalimat tsb di dunia. Dalam suatu riwayat beliau berkata: "Kami mengiringi do'a wahai saudaraku" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bila berjumpa dengan al akh lain maka tunjukkanlah senyum kegembiraan dan muka manis. Rasulullah bersabda "Janganlah engkau meremahkan kebaikan apa saja (yang dtgnya dr saudaramu). Dan jika engkau berjumpa saudaramu maka berikanlah dia senyum kegembiraan" (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berjabat tangan bila bertemu. &lt;br /&gt;Rasulullah SAW menganjurkan ummatnya bila bertemu dgn saudara-saudaranya agar cepat-cepatlah berjabat tangan. Hal di atas berdasarkan hadits yang diriwayatkan Abu Daud dari Barra, Bersabda Rasulullah SAW: "Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menyempatkan diri untuk mengunjungi saudaranya. &lt;br /&gt;Dalam kitabnya Al Muwathta, Imam malik meriwayatkan: Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa, "Allah berfirman : Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang mencintai krn Aku, dimana keduanya saling berkunjung krn Aku dan saling memberi krn Aku". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menyampaikan ucapan selamat yang berkenaan dgn sukses yang dicapai saudaranya. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik Ra bhw Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa mengucapkan selamat kpd saudaranya ktk saudanya mendapat kebahagiaan niscaya Allah mengembirakannya pada hari kiamat". (HR Thabrani dalam Ma'jamush Shaghir) &lt;br /&gt;Contoh yang pernah diajarkan oleh Rasul adalah: &lt;br /&gt;a. Berkenaan dengan kelahiran anak &lt;br /&gt;b. Ketika datang dari medan jihad &lt;br /&gt;c. Apabila kembali dari menunaikan haji &lt;br /&gt;d. Bila ada yang menikah &lt;br /&gt;e. Saat Idul fitri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Memberikan hadiah yang bersifat insidental. &lt;br /&gt;Iman Dailami meriwayatkan dari Anas dan Marfu' bhw Rasulullah SAW bersabda "Hendaklah kalian saling memberikan hadiah krn hadiah itu dapat mewariskan rasa cinta dan menghilangkan kekotoran hati". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menaruh perhatian terhadap keperluan saudaranya. &lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra bhw Rasulullah SAW bersabda: " Siapa yang meringankan beban penderitaan seorang mukmin di dunia pasti Allah akan meringankan beban penderitaannya di akhirat kelak. Siapa yang memudahkan orang yang dalam keadaan susah pasti Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutupi aib seorang muslim pasti Allah akan menutupi (aibnya)di dunia dan akhirat. Dan allah akan selalu menolong hambaNya jika hamba tsb menolong saudaranya." (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menegakan hak-hak ukhuwwah saudaranya. &lt;br /&gt;Dalam rangka mempererat ukhuwwah maka adalah wajib bagi al akh untuk menunaikan hak-hak yang dimiliki al akh lain, spt menjenguk saudaranya yang lain bila sakit, mendo'akan bila bersin, dan menolong bila teraniaya (dizhalimi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah prinsip dasar dan uraian hal-hal yang berkaitan dgn ukhuwwah Islamiyah. Maka sudah barang tentu orang-orang yang mengadakan ukhuwwah fillah dlm rangka melaksanakan ukhuwwah Islamiyyah akan menjadi teladan yang sangat baik bagi orang lain. Dengan bimbingan mereka itu masyarakat menjadi terpimpin shg akhirnya masyarakat tersebut mau untuk mengikutinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari buku, Bercinta dan Bersaudara Karena Allah --Al Ukhuwwah wal Hubb Fillah--; Ust. Husni Adham Jarror&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37048998-5384667895641857018?l=s4rmuji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://s4rmuji.blogspot.com/feeds/5384667895641857018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=37048998&amp;postID=5384667895641857018' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/5384667895641857018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37048998/posts/default/5384667895641857018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://s4rmuji.blogspot.com/2007/04/tips-merajut-cinta-dalam-ukhuwah-cinta.html' title=''/><author><name>My Love City</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://www.freewebs.com/sarmuji/adek.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
